Jumat, 01 Maret 2013

Pesan untuk Sabrina di usianya yang ke-7

Rasanya, kali ini aku tak adil jika tak menulis moment yang indah untuk putriku tercinta.

Sabrina Febrianingrum...
Sekarang sudah 7 tahun,..
Begitu gembira...penuh harap, suka dan penuh semangat

Melihatnya semalam...
Saat semua hampir tertidur kelelahan..
Dia masih saja membuka matanya
Katanya dia ingin membantu pekerjaan untuk ulang tahunnya

Duh...bahagia banget rasanya
Melihatnya begitu bersuka cita akan ulang tahunnya

Nak...hanya satu pinta Mama ya...
Jadilah anak sholehah, anak yang istiqomah di jalan Allah
Anak yang cinta pada Al-Quran...dan mau belajar serta menghafal al-quran
Karena hanya itulah petunjuk hidup kita
Dari Allah SWT

Jangan lupa sholat 5 waktu ya
Biar Allah SWT makin sayang sama Sabrina
Dan kita bisa bertemu di jannah-nya Allah SWT

Jadilah anak pinter....
Pintar dalam belajar, pintar dalam mengaji
Agar bahagia dunia dan akhiratmu

Salam sayang selalu

Mama

Kamis, 21 Februari 2013

Saat si kecil minta adik

Suatu sore selepas sholat maghrib dan mengaji. Aku dan si kecil duduk di depan televisi. Melihat acara hiburan, walaupun sebenarnya tidak ada yang perlu-perlu banget dilihat. Paling-paling berita di MetroTV atau TV-One.. saluran televisi kesenangan eyang putri.

Eyang putri sedang istirahat.Sepertinya terlalu lelah setelah aktivitas seharian.
Tiba-tiba si kecil bilang sama saya,"Mama, kapan mama mau kasih aku adik ?. hmm...soalnya temen-temenku sudah pada punya adik."

Aku terpana mendengar pertanyaan itu. Lho...tiba-tiba si kecil minta adik...haiyaaa...piye to..
Statusku sendiri sudah lama jadi single parent...sudah hampir 7 tahun.Dan sampai sekarang belum ada niat untuk mencari pasangan lagi.

"Kapan Ma...? tanya si kecil lagi.

Hmm, batinku. Sepertinya si kecil ingin disebut sudah besar dan dia sudah nggak sabar disebut kakak. Tapi gimana coba ngasih jawabannya.
Aku menatap matanya...si kecil melihat ke mataku, penuh harap.

"Tahun depan ya Ma.." kata si kecil...mulai dah dia kasih target...

Daripada aku bingung gimana jawabnya, spontan saja aku jawab."Iya InsyaAllah."

Tambah pusing aja mikirin jawabannya. Hanya sebentar kemudian dia bilang lagi..."Aku sayang sama Mama." sambil memeluk aku. Bahagianya....

Ada yang mau bantuin...Apa jawaban terbaik yang harus kuberikan untuk si kecil ?

Share ya...

Sabtu, 16 Februari 2013

Cari Allah SWT saja (5)

Masya Allah...
Dulu saya begitu yakin akan kehidupan ini bisa berjalan baik dan lancar. Tapi kehidupan memang naik dan turun. Dan itu semua adalah kehendak Allah SWT.

Lalu kembali pada pertanyaan di bagian-4. Pada saat kita memiliki hutang, pernahkah kita berdoa pada Allah SWT untuk melunasi hutang-hutang kita ? Saya banyak menemui teman-teman yang masih saja mencari manusia ketika mereka berhutang. Kita lebih senang hutang di bank, di rentenir (kalau kepepet), Padahal bunganya gede dan kita merasa makin tercekik untuk membayarnya. Padahal Allah SWT mengajarkan kepada kita untuk bersedekah, agar kita tidak tertindas. Allah mengajarkan pada kita, siapa yang bersedekah 1 bagian,maka Allah akan membalasnya sebanyak 10 kali lipat...bisa 100 kali lipat, bisa , 700 kali lipat....bahkan tak terhingga.
Tidak ada bisnis yang mampu menandingi bisnis dengan Allah SWT, raja dari segala raja dunia...Yang Maha Kaya, Yang Maha Rahman, Yang Maha Rahim...
Subhanallah...Allahu Akbar
Tidakkah kita malu pada Allah SWT, Allah telah memberikan kita berbagai kenikmatan. Berbagai rezeki. Dari kita di rahim ibunda hingga detik ini. Tapi saat kita susah...malah manusia yang kita cari....
Benarkah hanya Allah SWT Tuhan kita ? Andalah yang bisa menjawab itu.

Mungkin anda pernah sakit. Semua juga pernah ya...
Sampai berhari-hari, berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan atau mungkin bertahun-tahun. Diantara hari-hari tersebut, pernahkah anda mengingat Allah SWT dalam sakit anda, pernahkah anda memohon pada Allah SWT untuk menyembuhkan sakit anda? Pernah ? Berapa kali ? Sekali ? Dua kali ? Atau lebih? Atau mungkin tidak sama sekali ? Saya juga pernah bertemu seorang sahabat yang kehidupannya begitu baik dari sisi finansial. Bahkan berlebihan. Tapi ternyata dia punya sakit yang parah dan bertahun-tahun tidak pernah sembuh. Masya Allah...
Dalam sakitnya, sahabat ini sering mengeluh tapi tidak sedikitpun pernah ingat untuk meminta kesembuhan dari Allah SWT. Dia bilang bosen ke dokter gak sembuh-sembuh. Waktu saya ajukan pertanyaan apakah dia pernah meminta pada Allah SWT untuk kesembuhannya, dia dengan tegas menjawab : TIDAK.
Pertanyaan saya kepada anda adalah, siapa yang anda cari jika dalam keadaan seperti ini ? Dokter ? atau Allah SWT yang Maha Penyembuh dari segala penyakit ?...hanya anda yang bisa menjawabnya.

Suatu saat ada seorang anak muda butuh pekerjaan. Anak muda ini sudah berikhtiar hampir ke semua kantor, tapi selalu ditolak. Berhari-hari, berminggu minggu bahkan bertahun-tahun. Sampai suatu hari dia dapat tawaran pekerjaan jadi pegawai , tapi dengan memberikan uang pelicin yang tidak sedikit. Anak muda ini tak sanggup membayar uang pelicin tersebut. Tetapi karena butuh pekerjaan, dia kembali berikhtiar dan berharap ada yang membantu..dia menghubungi semua teman-temannya dan kerabatnya meminta bantuan pekerjaan atau meminta bantuan untuk uang pelicin yang disyaratkan. Tak ada yang bisa membantu.
Jika hal ini terjadi pada kita, siapa yang kita cari ? Manusia ? atau Allah SWT yang memiliki seluruh kantor yang ada di dunia. Pemilik segala tempat dan usaha di dunia ini ? Hanya anda yang tahu jawabannya.

Tentunya kita pernah makan bersama teman-teman atau rekan kita. Bahkan sering...hehehe..bagus kalau gitu.Tapi pernahkah saat kita makan bersama, kita ingat, ada keluarga yang mungkin kelaparan dan perlu makan ? Pernahkah kita bertanya, darimana asalanya makanan yang kita makan itu ? Dari teman ? Dari Allah SWT melalui amal saleh yang telah kita kerjakan ? Mungkin sholat kita, puasa kita, sedekah kita atau dari amal ibadah yang lain. Allah SWT yang mengalirkan rezeki itu pada kita melalui teman kita. Jadi alangkah indah jika anda juga berbagi kembali pada yang lain yang tentunya Allah SWT sukai karena kita bisa membagikan rezeki darinya dengan baik.


Saya sering mengalami kematian orang terdekat, mungkin orang tua,teman atau sahabat. Bahkan kepergian Papa malah terjadi setelah usia pernikahan menginjak 5 bulan. Saya gamang...jatuh...sakit...bahkan jadi malas untuk menghadapi hidup. Tapi saya tak bisa berlama-lama sedih...ada anak dalam kandungan yang sedang tumbuh,menginjak usia 5 bulan.

Beberapa kerabat memberi nasehat, tapi saya selalu bilang, tak akan ada yang bisa menggantikan Papa. Karena dia laki-laki paling hebat yang sayang pada diriku. Aku kembali menjalani kehidupan, tapi tak pernah mengerti kenapa kematian begitu saja berlalu. Seolah itu adalah siklus kehidupan biasa. Tak perlu kita perhatikan dan kita amati secara seksama. Bahkan rasanya tak ada hikmah yang bisa berpengaruh dalam hidupku

Kematian demi kematian sampai akhirnya orang yang kucintai pergi meninggalkan diriku. Kematiannya membawa hikmah yang begitu besar. Aku jadi sadar, bahwa hidup kita ini adalah untuk Allah SWT, untuk beribadah pada Allah SWT. Dan kita semua akan kembali pada Allah SWT. Kembali pada Sang Penciptanya. Kembali di kehidupan abadi..Meski demikian ada cinta abadi yang dianugerahkan pada Sang Pencipta melalui kematian ini. Ada hikmah besar disana...

Apa itu ?

Allah SWT ternyata paling sayang pada kita semua. Melebihi kasih sayang orang tua pada anaknya. Melebihi kasih sayang seorang kekasih pada kekasihnya. Hanya Allah SWT yang begitu rindu pada diri kita untuk kembali pada-Nya...kembali bermunajat, berbagi rasa senang, kesedihan, kegetiran dan segala masalah hidup kita. Allah SWT rindu pada kita...yang begitu jauh dari sisiNya...
Allah SWT sudah sering mengingatkan kita di dalam kehidupan. Kita diberikan berbagai ujian dan cobaan, yang semuanya agar kita kembali pada Allah SWT. Agar kita menjadi manusia yang beruntung. Agar kita selalu diridhoi jalannya oleh Allah SWT.

Ingatlah selalu teman...hidup dan kehidupan di dunia ini ada masanya. Suatu saat kita akan meninggalkan dunia ini. Mungkin sekarang kita menghadiri pemakaman, siapa tahu besok kita yang dimakamkan dan menyaksikan pemakaman kita sendiri. Mungkin saat ini kita masih sehat, tapi siapa yang tahu umur kita...satu menit, lima menit, satu jam, satu hari, satu bulan....tak ada yang tahu...hanya Allah SWT yang tahu

Jangan terlena pada kehidupan ini, karena dibandingkan dengan sayap seekor lalat, kehidupan dunia tidaklah lebih baik. Bukankah lebih baik kita mencari Allah SWT dibanding manusia, karena Allah lah pemilik seluruh manusia ? Bukankah lebih baik mencari Allah SWT dibandingkan dokter saat kita sakit, karena Allah SWT Yang Maha Menyembuhkan ? Bukankah lebih baik berbagi makanan dengan keluarga yang kekurangan karena Allah SWT akan melipatgandakan rezeki kita dari manapun Allah SWT mau dan berkehendak.?

Siapa yang anda cari sekarang...? Anda tentu sudah bisa menjawabnya.

Cari Allah SWT saja (4)

Perenungan kembali kulakukan...

Sampai suatu hari kutemukan jawabannya..

Kita hidup karena kita adalah mahluk yang diciptakan oleh Allah SWT. Allah SWT juga menciptakan orang tua kita, saudara kita, anak-anak kita dan semua orang diseluruh dunia. Allah juga menciptakan bumi beserta isinya...dunia dan seisi alam semesta, untuk siapa ? Untuk kita...manusia.
Bahkan seisi alam semesta ditundukkan untuk kepentingan manusia. Manusia dijadikan khalifah di muka bumi agar tercipta keselarasan dan keserasian serta keharmonisan yang baik.

Subhanallah...Walhamdulillah...Allahu Akbar
Betapa Allah telah begitu mencintai manusia, sehingga seisi alam semesta ditundukkan untuk kepentingan manusia. Gunung yang kokoh, lautan yang luas, binatang dan semuanya untuk manusia.Betapa besar rezeki dan nikmat yang didapat manusia. Betapa luas kasih sayang Allah SWT kepada hambanya.

Sudahkah kita menyadari semua itu ?. Pernahkah Allah SWT meminta bayaran dari kita ? Sudahkah kita beribadah pada Allah SWT sebagai tanda syukur kita kepadaNya ?
Jika sudah,pernahkah kita melakukan itu karena kita sadar bahwa apa yang Allah SWT berikan begitu banyak dan besar?
Pernahkah kita mencoba menghitung dan menuliskan apa yang Allah SWT telah berikan pada kita?
Jika pernah, sanggupkah kita menuliskannya, jika air laut yang kita jadikan tinta ?

Niscaya kita tidak akan pernah sanggup untuk menuliskan segala rahmat Allah SWT yang telah kita terima sejak ruh kita ditiupkan hingga sekarang.
Sedemikian banyaknya kehidupan yang baik dari Allah SWT, pernahkah kita mengundang Allah SWT ke dalam urusan kita, kedalam segala detak kehidupan yang telah diberikan Allah SWT pada kita ?

Pernahkah ketika memiliki hutang pada manusia,kita memohon pada Allah SWT untuk membayarkan hutang-hutang kita?
Pernahkah ketika kita sakit parah, berhari-hari, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, untuk kemudian kita meminta pada Allah SWT kesembuhan kita?
Siapa yang kita cari ketika kita butuh pekerjaan, manusia atau Allah SWT yang memiliki seluruh alam dan seisinya ?
Pernahkah kita pada saat berkecukupan rezeki kemudian mengingat Allah SWT, bahwa itu adalah rezeki dari Allah SWT dan harus kita bagikan lagi pada orang yang kurang dari kita ?
Pernahkah kita sekedar ingat, bahwa di luar sana banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan bantuan untuk sekedar sesuap nasi disaat kita kekenyangan makan bersama teman-teman yang lain?


Cari Allah SWT saja (3)

Teman
Pernahkah anda tanyakan kepada diri kita sendiri..pertanyaan berikut :
Setelah kita tumbuh dewasa..apa yang kita cari ?. Darimana kita berasal dan mau kemana perjalanan kita setelah ini ?..
Coba renungkan kembali apa yang akan anda jawab pada pertanyaan tadi.

Saya kembali merenung...pada pertanyaan pertanyaan pertama.
Apa yang kita cari ? Uang ? Pekerjaan ? Rumah? Mobil ?....jawabannya tidak
Kenapa tidak ? Bukankah itu tujuannya kita hidup ? Tidak...jawab hati saya lagi.
Lalu apa ? tanya hati saya lagi...

Setelah itu saya kembali melakukan perenungan diri. Tapi belum saya temukan jawabannya.
Sampai suatu hari saya menemukan bahwa kita (manusia) tidak meminta dilahirkan ke dunia. Tidak meminta diberikan mata untuk melihat, hidung untuk bernafas, tangan untuk bergerak, kaki untuk berjalan. Lalu siapa yang memberikan semua itu pada kita ? Allah SWT
Kita tidak meminta diberikan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Kita tidak meminta paru-paru untuk mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh. Kita tidak meminta perut untuk menampung makanan dan mengolahnya menjadi sari makanan yang dialirkan ke seluruh tubuh. Kita tidak meminta makanan yang tidak berguna bisa jadi ampas untuk kemudian dikeluarkan keluar tubuh. Lalu siapa yang memberikan semua itu ?
Allah SWT
Begitu besar kasih sayang Allah SWT pada kita, begitu banyak, begitu agung dan sulit untuk kita menghitungnya.

Sejak kita ada didalam rahim ibunda, Allah SWT telah mencukupkan rezeki kita. Kita cukup makan dari apa yang ibunda makan. Bahkan kita nyaman tidur dalam rahim ibunda,karena konon rahim itulah tempat yang paling aman di dunia.Tempat paling fleksibel dan paling kuat ada di rahim ibunda. Sampailah kita dilahirkan.

Setelah kita lahir, Allah SWT terus mencukupkan rezeki kita dari orang tua kita. Kita cukup makan,minum dan bermain sampai kita bersekolah.Setelah kita bersekolah, Allah SWT masih terus memberikan rezeki pada kita. Kita tumbuh dan berkembang hingga kita yang tadinya kecil tumbuh mejadi remaja dan akhirnya dewasa. Kita sekolah mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Hingga pada akhirnya kita tumbuh menjadi sarjana. Tapi apa yang kita lakukan setelah itu? Kita mencari pekerjaan dan bisa mendapatkan penghasilan seperti sekarang. Lalu apa ?

Kita ingin punya pasangan, sehingga kita mencari pasangan dan menikah...lalu apa?

Masih saja saya tak menemukan jawabannya.

Perenungan diri ternyata tidak bisa menerawang pikiran ini sampai menjawab pertanyaanku.

Apakah hanya untuk itu saja tujuan hidup kita.? Tidak....lalu apa ?

Ah...betapa sulitnya merumuskan dan memikirkan semuanya. Betulkah sulit...? Kenyataannya tidak semua orang merasa sulit...banyak orang kaya...banyak orang yang punya mobil..banyak yang punya kekayaan berlimpah, tapi apakah mereka semua memiliki pertanyaan yang sama dengan diriku. Untuk apa kita diciptakan ? Untuk apa kita hidup ? Apa tujuan kita setelah ini ?

Minggu, 27 Januari 2013

Cari Allah SWT saja (2)

Tiba-tiba anak saya bertanya, 'Mama kenapa nangis..?'...
Tak kuasa saya menjawabnya, hanya gelengan kepala, dan saya segera berlalu untuk mengusap air mata saya. Tiba-tiba aku tersadar...Ya Allah apa yang terjadi denganku...kenapa ketakutan dan kengerian itu tiba tiba muncul dan menghujam jiwaku.
Aku kembali merenung...kenapa..kenapa..?

Hanya Allah SWT yang mampu memberikan kasih sayang sedemikian besar pada kita...hambaNya
Tidakkah kita sadar, kita didunia ini adalah atas rahmat dan kasih sayangNya..

Saya sempat tidak bisa tidur setiap malamnya..merasa kesepian setiap detik hidup saya. Bahkan sering terbangun pada jam 2 dini hari...tapi tidak bisa tidur sampai pagi hari. Saya mulai menekuni sholat tahajjud.. sholat yang selama ini jarang saya lakukan. Padahal keberkahan untuk orang yang sholat tahajjud adalah Allah SWT akan mengangkat derajatnya ke tempat terpuji. 
Saya mencoba mendekat pada Allah SWT, mohon ampun padaNya...atas kelalaian saya mengingatnya selama ini. Mencoba memberikan cinta ini hanya untukNya...bukan untuk yang lain.
Setiap malam saya mencoba terus sholat tahajjud. Setiap pagi setelah sholat tahajjud, saya melakukan dzikir, kemudian sholat dhuha, dilanjutkan sholat zuhur, ashar, magrib dan isya. Saya berusaha sholat diawal waktu, bahkan untuk qobliyah dan ba'diyah setelah sholat. Hari-hari saya habiskan di tempat yang selama ini saya lalaikan....
Setelah seminggu, hati saya rasanya jauh lebih tenang.....adem...dan tenteram
Saya masih merasa kesepian, tapi rasanya ada yang menemani saya di tiap langkah saya. Sedikit demi sedikit saya mulai mendapatkan hal yang membuat hati saya selama ini begitu kosong...
Saya menangis di tiap sujud saya, di tiap waktu sholat....tapi setiap habis menangis hati ini jauh lebih tenang...lebih tenteram...lebih adem dari sebelumnya.
Saya merasa Allah SWT telah menolong saya, keluar dari penderitaan saya karena kesepian ditinggal seseorang yang saya cintai, disaat hati ini begitu cinta pada seseorang yang begitu saya sayangi....
Saya mencoba berpuasa untuk lebih mendekatkan diri pada Allah SWT...
Setiap kali selesai berpuasa, rasanya jiwa saya makin tenang dan yakin kalau Allah SWT akan selalu berada disisi kita. Hari-hari saya isi dengan ibadah...dan makin mendekatkan diri pada Allah SWT.

Dan rasanya...hati ini makin pasrah, ikhlas dan ridho dengan ketentuan hidup yang berasal dariNya.

Tak terasa genap sudah 40 hari kekasih saya berpulang. Sebelumnya saya sering merasa kesepian, tapi ada zikir pada Allah SWT yang berusaha saya tekuni setiap harinya. Saya makin yakin, Allah SWT akan selalu ingat pada hambaNya selama hamba tersebut ingat pada Allah SWT.

Rasulullah SAW Bersabda : Siapa yang ingin mengetahui kedudukannya di sisi Allah hendaklah dia mengamati bagaimana kedudukan Allah dalam dirinya. Sesungguhnya Allah menempatkan hambaNya dalam kedudukan sebagaimana dia menempatkan kedudukan Allah pada dirinya. (HR. Al Hakim)

Sungguh, hadist ini membuat saya berpikir, betapa saya selama ini telah melalaikan Allah SWT, dan tidak memberikan hak-hak Allah SWT yang ada pada saya. Astagfirullah...ampuni saya ya Allah...
Betapa banyak nikmat yang telah saya dapatkan, tapi Allah SWT yang pertama kali saya lupakan....ampuni saya ya Allah....

Kegalauan saya pada Allah SWT yang Maha Besar kasih sayangnya, akhirnya berujung pada pencarian akan hakikat hidup yang saya jalani. Saya melakukan perjalanan ke dalam diri saya sendiri. Perjalanan tanpa guru, karena semua orang sibuk dengan dunianya masing-masing. Perjalanan tanpa kursus atau les atau seminar yang mahal dan sering diadakan di berbagai lembaga pelatihan.
Allah Maha Kasih pada setiap hambanya, Dia begitu sayang pada diri ini. Saya takut sekali pada suatu malam...dan mengandaikan keadaan yang tak pernah terbanyangkan sebelumnya. Lebih dari 2 bulan lamanya saya tak lagi bisa tersenyum, bukan karena sedih, tapi karena takut pada Allah SWT...takut seandainya saja Allah SWT berkehendak  bahwa nyawa sayalah yang dicabut, saat saya tengah berbincang dengan kekasih saya....sementara, diri ini begitu banyak berkubang dosa, berlumpur maksiat, bermandikan kejahatan yang tidak kita sadari, tanpa kita pernah bertaubat dengan sungguh-sungguh kepadaNya.
Saya takut sekali membayangkan hal itu...bukan takut mati, tapi takut jika saya kembali padaNya saya tidak membawa bekal yang banyak, atau bahkan tidak membawa bekal karena saya lalai dalam menyiapkannya. Astagfirullahal adzim...

Di tiap malam, ingin rasanya saya memutar waktu dan kembali pada saat dilahirkan. Dimana orang di sekeliling kita tertawa, sementara kita menangis. Dimana orang sangat sayang pada kita, sementara kita makin tertawa dan menikmati kasih sayang itu. Dimana masih ada orang-orang yang sayang pada kita...dan belum kembali pada penciptanya.


Sabtu, 12 Januari 2013

Cari Allah SWT saja (1)

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Puji syukur pada Allah SWT, atas berkat rahmat dan ridho-Nya saya bisa kembali menulis apa yang ada dalam pikiran saya. Setelah sekian bulan saya absen dari menulis karena ada hal yang lebih penting yang harus saya kerjakan. Kini saya mencoba mengulas apa yang ada dalam pikiran dan hati ini. Semoga hal yang akan saya tulis bisa bermanfaat bagi teman dan sahabat semuanya. 
Dulu setiap kali ada masalah saya selalu pusing, stress, bingung dan terkadang jadi puyeng. Kehidupan rasanya seperti berat menerpa. Saya pergi ke teman-teman untuk menceritakan semua. Tapi tak semua teman bisa dijadikan bahan curhat, karena kebanyakan mereka sendiri juga memiliki problem lain yang mesti diberesin dalam kehidupan pribadinya. Hanya sama oma Rita, aku bisa bercerita banyak. Tapi tak berarti ini juga bisa teratasi. Setidaknya ada yang akan mendengarkan curhat-ku jika beban sedemikian menghimpit.

Kehidupanku sebagai single parent memang sudah terbilang cukup lama. Aku berusaha bertahan ditengah badai kehidupan yang selalu datang menerpa. Dan itu tidak mudah. Terkadang angin bertiup kekanan, dan aku harus sedikit memutar haluan kekanan dan bertahan dengan jalur itu agar tidak menyimpang terlalu jauh. Jika angin sudah bergerak kekiri atau kembali normal, maka haluan harus kuarahkan kembali agar tidak menyimpang dari tujuan semula.
Segala keputusan kuambil seorang diri, sebagai pengambil keputusan tunggal, saya jarang berkonsultasi dengan Mama, sebagai orang tua yang masih ada. Bahkan terkadang, keputusan besar saya ambil tanpa diskusi lebih dulu dengan Mama. Aku terkadang melupakan Allah SWT, bahkan melalaikan perintahNya. Boro-boro konsultasi dengan Allah SWT, perintahNya pun sering aku lalaikan...Astagfirullahaladziim...ampuni kami Ya Allah atas segala dosa dan kelalaian kami. 

Makin lama bukannya kehidupan yang baik yang menyertaiku, tapi hari ke hari malah makin terasa berat untuk kujalani bersama anakku. Sering rasanya aku merasa berdosa, tidak bisa memenuhi semua keinginannya, karena keterbatasan dana yang ada saat itu. Setelah hutangku mulai bertumpuk, dan sudah memasuki tahun keempat dan ternyata tidak kunjung lunas. Aku mencoba berkonsultasi dengan Mama. Aku bersyukur saat itu, Mama masih mau menolongku. Dan aku segera terbebas dari 50% beban hidupku yang dulunya mencapai 150% beratnya. 
Meskipun gak sepenuhnya teratasi, tapi alhamdulillah...
Hari berganti dan seharusnya apa yang telah kualami kujadikan pelajaran. Tapi itulah manusia....aku bukannya mendekat pada Allah SWT, tapi malah makin melalaikanNya.
Bukannya bersyukur aku malah makin menjauhiNya. Mungkin sedikit banyaknya aku makin lalai dalam kehidupan ini. Astagfirullah....
Saat itu Allah SWT tetap memberikan rahmat dan kasih sayangNya pada saya...pada kita semua. Pada suatu waktu, saya merasakan keanehan. Kenikmatan hidup dan kenikmatan umur yang diberikan terasa berat saya jalani. Apalagi kami dirumah hanya tinggal wanita-nya. Setiap hari terasa makin berat. Hutang yang sejatinya sudah hampir lunas malah makin bertambah kembali. Apapun yang saya jalani rasanya bertambah beratnya. Padahal kenikmatan yang diberikan tidak berkurang.
Dan suatu hari saya kehilangan orang yang sangat saya sayangi, saya cintai dengan segenap jiwa saya. Dia bahkan pergi tiba-tiba dalam satu kata pamit....dan saya tak pernah mengira pamitannya ke kamar mandi saat itu berarti perginya dia dari dunia ini. Setelah saya menjenguknya di rumah sakit, dia benar-benar berpulang kepada Allah SWT. 
Saya begitu shock...bahkan seperti mimpi menghadapinya, biasanya keseharian hidup saya ada yang menemani, kini dia pergi menghadap Allah SWT, dihadapan saya sendiri. Ya Allah....
Tak ada yang dapat saya ungkapkan sampai saat ini. Ketika orang yang saya cintai, saya sayangi pergi menghadap Allah SWT..tak ada lagi yang bisa menguatkan saya, tidak teman saya, tidak saudara saya, tidak siapapun kecuali Allah SWT. Saya sangat sangat...sangat kesepian. Dulu ada seseorang yang menemani saya hampir 24 jam dalam hidupnya, kini dia telah menghadap Allah SWT...Tuhan yang Maha Memiliki apapun dalam dunia beserta isinya. Saya sempat gamang...dan tidak pernah menyangka kehidupan ini begitu singkat...padahal saat itu saya sedang berbicara dengannya lewat telpon. 

Peristiwa diatas membuat saya tak lagi senang menikmati dunia. Dunia bagi saya hanya persinggahan sementara. Dan kita dituntut untuk selalu beribadah pada Allah SWT. 
Allah SWT yang menciptakan kita,  mengambil kita menghadapNya, memberikan kita rezeki, meninggikan derajat atau merendahkan kita, yang membuat hidup kita berat dan ringan, yang selalu menemani kita dan menyayangi kita apapun keadaan kita.

Saat itu yang saya rasa adalah saya begitu lemah..tak tahu apalagi yang harus diperbuat. Sayap kehidupan saya terasa patah sebelah. Hati ini begitu nelangsa.. hati yang sebelah sudah mati. Yang sebelah lagi tinggal menunggu sakit atau bahkan mati. Saya segar dalam jasmani, tapi hati saya sakit parah...pikiran saya bahkan merasa bahwa saya sudah mati..saya merasa tak lagi hidup di dunia saat itu. Yang saya lihat sehari-hari adalah bayangan bahwa sayapun sedang menunggu giliran untuk mati...dan saya merasa itu tidak akan lama lagi...saya merasa saya akan mati..
Tak ada seorangpun manusia yang saya anggap mumpuni untuk memberikan saya pencerahan. Walaupun semua saudara, teman dan sahabat berusaha membantu. Hidup yang saya rasa demikian tak berharga. Saya begitu lemah...bahkan sakit psikis. Pikiran saya tiap hari tidak berada di alam dunia. Pikiran saya bahkan sering menerawang ke alam lain. Bahwa dunia ini begitu singkat, bahkan kita tidak akan pernah tahu, apakah 1 menit kedepan kita masih hidup...sungguh itu adalah saat yang membuat saya tersadar, betapa pentingnya diri kita untuk menyiapkan bekal...bekal setelah kematian.
Karena di dunia pada hakikatnya kita sedang tertidur, dan baru terjaga setelah kematian dan dibangunkan di alam kubur...Astagfirullah...
Di kantor yang saya cari adalah artikel tentang kematian. Tentang alam barzakh/alam kubur, alam yang akan saya masuki, mungkin tak lama lagi.Saya tak lagi memikirkan pekerjaan, tak lagi berambisi meraih pekerjaan yang lebih baik dari sisi pendapatan. Tak lagi melihat uang adalah sesuatu yang penting. Bahkan tak lagi melihat dunia adalah sesuatu yang harus saya raih. Yang saya lihat adalah sebaliknya..
Yang ada di benak saya hanya berusaha kembali pada Allah SWT, dengan amalan dan ibadah yang lebih baik, lebih khusyu' dan lebih berarti untuk hidup saya dan juga... untuk alam akhirat saya.

Pernah suatu hari saya kembali dari kantor, pulang ke rumah dengan perasaan kosong. Sampai rumah, pikiran saya masih saja ada di alam lain. Saya melakukan perenungan mendalam setelah sholat...pikiran saya menerawang hingga jauh ke dalam hati.
Tiba-tiba badan saya menggigil. Padahal waktu itu bukan musim hujan. Saya ketakutan, dan melihat hal yang saya rasa tidak pernah melihatnya. Saya merasa malam itu adalah malam terakhir saya berada di dunia.
Hati saya bergejolak....menahan ketakutan dan kengerian yang luar biasa...saya merasa besok adalah hari dimana saya sudah berada di alam kubur, di alam yang baru dan tidak saya kenal...saya membayangkan gelap dan sempitnya alam kubur yang akan saya lalui....dan tiba-tiba saja...saya mengangis tersedu-sedu...sampai bahu saya terguncang...