Selasa, 17 September 2013

Rahasia Dibalik Shalat Dhuha



Pada pembukaannya, Allah berfirman, ''Demi wakt dhuha.''
Imam Arrazi menerangkan bahwa Allah SWT setiap bersumpah dengan sesuatu, itu menunjukkan hal yang agung dan besar manfaatnya.
Bila Allah bersumpah dengan waktu dhuha, berarti waktu dhuha adalah waktu yang sangat penting. Benar, waktu dhuha adalah waktu yang sangat penting.
Di antara doa Rasulullah SAW:
Allahumma baarik ummatii fii bukuurihaa. Artinya, ''Ya Allah berilah keberkahan kepada umatku di waktu pagi.'' 

Ini menunjukkan bahwa orang-orang yang aktif dan bangun di waktu pagi (waktu subuh dan dhuha) untuk beribadah kepada Allah dan mencari nafkah yang halal, ia akan mendapatkan keberkahan. Sebaliknya, mereka yang terlena dalam mimpi-mimpi dan tidak sempat shalat Subuh pada waktunya, ia tidak kebagian keberkahan itu. 

Abu Dzar meriwayatkan sebuah hadis. Rasulullah SAW bersabda,
''Bagi tiap-tiap ruas anggota tubuh kalian hendaklah dikeluarkan sedekah baginya setiap pagi. Satu kali membaca tasbih (subhanallah) adalah sedekah, Satu kali membaca tahmid (alhamdulillah) adalah sedekah, Satu kali membaca takbir (Allahu Akbar) adalah sedekah, menyuruh berbuat baik adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Dan, semua itu bisa diganti dengan dua rakaat shalat Dhuha.''
(HR Muslim). 

Aisyah menceritakan bahwa Rasulullah SAW selalu melaksanakan shalat Dhuha empat rakaat. Dalam riwayat Ummu Hani', ''Kadang Rasulullah SAW melaksanakan shalat Dhuha sampai delapan rakaat.''
(HR Muslim).

Imam Attirmidzi dan Imam Atthabrani meriwayatkan sebuah hadis yang menjelaskan bahwa bila seseorang melaksanakan shalat Subuh berjamaah di masjid, lalu ia berdiam di tempat shalatnya sampai tiba waktu dhuha, kemudian ia melaksanakan shalat Dhuha, ia akan mendapatkan pahala seperti naik haji dan umrah diterima. [Para ulama hadis merekomendasikan hadis ini kedudukannya hasan]

Jelaslah bahwa shalat Dhuha sangat penting bagi orang beriman. Penting bukan karena--seperti yang banyak dipersepsikan--shalat Dhuha ada hubungannya dengan mencari rezeki, melainkan ia penting karena sumpah Allah SWT dalam Alquran.

Maka, sungguh bahagia orang-orang beriman yang memulai waktu paginya dengan shalat Subuh berjamaah di masjid, lalu dilanjutkan dengan shalat Dhuha.

Semoga kita dapat menggambil hikmahnya

========================================

☆ Tata Cara Sholat Dhuha ☆

Shalat Dhuha adalah shalat sunnat yang dilakukan seorang muslim ketika matahari sedang naik. Kira-kira, ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul tujuh pagi) hingga waktu dzuhur. Jumlah raka’at shalat dhuha bisa dengan 2,4,8 atau 12 raka’at. Dan dilakukan dalam satuan 2 raka’at sekali salam

1. Niat didalam hati berbarengan dengan Takbiratul Ihram
“Usholli sunnatadhuha rak ‘ataini mustaqbilal qiblati ada al lillaahi ta’aala”
“Aku niat shalat sunah Dhuha 2 rakaat karena Allah”

2. Membaca doa Iftitah
3. Membaca surat al Fatihah
4. Membaca satu surat didalam Al-Quran.
~setelah Al-Fatihah membaca surat Asy-Syams
~Pada rakaat kedua membaca surat Adh-Dhuha
atau membaca surat 
~Pada rakaat pertama Al kafirun
~Pada rakaat kedua Al Ikhlas

5. Ruku’ dan membaca tasbih tiga kali
6. I’tidal dan membaca bacaanya
7. Sujud pertama dan membaca tasbih tiga kali
8. Duduk diantara dua sujud dan membaca bacaannya
9. Sujud kedua dan membaca tasbih tiga kali
10. Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali.

Rakaat-rakaat selanjutnya dilakukan sama seperti contoh diatas.

TINGKATAN ORANG DALAM SHALAT

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah mengatakan bahwa ada lima tingkatan manusia di dalam shalat:

Tingkatan Pertama :
orang yang zhalim kepada dirinya dan teledor, yaitu orang yang kurang sempurna dalam wudhunya, waktu shalatnya, batas-batasnya dan rukun-rukunnya.

Tingkatan Kedua :
Orang yang bisa menjaga waktu-waktunya, batas-batasnya, rukun-rukunnya yang sifatnya lahiriyah, dan juga wudhunya, tetapi tidak berupaya keras untuk menghilangkan bisikan jahat dari dalam dirinya. Maka dia pun terbang bersama bisikan jahat dan pikirannya.

Tingkatan Ketiga :
Orang yang bisa menjaga batas-batasnya dan rukun-rukunnya. Ia berupaya keras untuk mengusir bisikan jahat dan pikiran lain dari dalam dirinya, sehingga dia terus-menerus sibuk berjuang melawan musuhnya agar jangan sampai berhasil mencuri shalatnya. Maka, dia sedang berada di dalam shalat, sekaligus jihad.

Tingkatan Keempat : 
Orang yang melaksanakan shalat dengan menyempurnakan hak-haknya, rukun-rukunnya, dan batas-batasnya. Hatinya larut dalam upaya memelihara batas-batas dan hak-haknya, agar dia tidak menyia-nyiakan sedikitpun darinya.

Bahkan seluruh perhatiannya tercurah untuk melaksanakannya sebagaimana mestinya, dengan cara yang sesempurna dan selengkap mungkin. Jadi, hatinya dirasuki oleh urusan shalat dan penyembahan kepada Tuhan di dalamnya.

Tingkatan Kelima :
Orang yang melaksanakan shalat dengan sempurna. Dia mengambil hatinya dan meletakkannya di hadapan Tuhan. Dia memandang dan memperhatikan-Nya dengan hatinya yang dipenuhi rasa cinta dan hormat kepada-Nya. Dia melihat-Nya dan menyaksikan-Nya secara langsung.

Bisikan dan pikiran jahat tersebut telah melemah. Hijab antara dia dengan Tuhannya telah diangkat. Jarak antara shalat semacam ini dengan shalat yang lainnya lebih tinggi dan lebih besar daripada jarak antara langit dan bumi. Di dalam shalatnya, dia sibuk dengan Tuhannya. Dia merasa tenteram lewat shalat.

Kelompok pertama akan disiksa ...
Kelompok kedua akan diperhitungkan amalnya ...
Kelompok ketiga akan dihapus dosanya ...
Kelompok keempat akan diberi balasan pahala ...

Dan kelompok kelima akan mendapat tempat yang dekat dengan Tuhannya, karena dia menjadi bagian dari orang yang ketenteraman hatinya ada di dalam shalat.

Barangsiapa yang tenteram hatinya dengan shalat di dunia, maka hatinya akan tenteram dengan kedekatannya kepada Tuhan di akhirat dan akan tenteram pula hatinya di dunia.

Barangsiapa yang hatinya merasa tenteram dengan Allah ta’ala, maka semua orang akan merasa tenteram dengannya.

Dan barangsiapa yang hatinya tidak bisa merasa tenteram dengan Allah ta’ala, maka jiwanya akan terpotong-potong karena penyesalan terhadap dunia.

(Al-Wabil Ath-Thayyib, Ibnul Qayyim Al-Jauziyah, hal 25-29)

Keutamaan sholat

Di dalam berbagai kitab hadits banyak sekAli hadits yang menegaskan pentingnya shalat serta keutamaan2nya, sehingga sulit dan terlalu banyak jika ditulis keseluruhannya. Namun sebagai berkahnya, dibawah ini saya sebutkan terjemahan dari beberapa hadits Baginda Rasulullah saw. : ...

1. Perintah pertama yang diturunkan Allah swt. kepada umatku adalah shalat, dan yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalat.

2. Takutlah kepada Allah mengenai shalat! Takutlah kepada Allah mengenai shalat! Takutlah kepada Allah mengenai shalat!

3. Pembatas seseorang dengan syirik adalah shalat.

4 Ciri seorang muslim adalah shalat. Seseorang yang mengerjakan shalatnya dengan hati yang khusyu, menjaga waktu2nya, dan memperhatikan sunnah2nya, maka dia adalah seorang yang beriman.

5. Allah swt. tidak mewajibkan sesuatu yang lebih utama daripada iman dan shalat. Seandainya ada suatu kewajiban yang lebih utama daripada itu, nicaya Allah swt. akan memerintahkan para malaikat-Nya yang sebagian dari mereka senantiasa ruku dan sebagian lagi terus-menerus sujud.

6 Shalat adalah tiang agama.

7. Shalat menghitamkan mulut setan.

8. shalat adalah cahaya bagi orang beriman.

9. shalat adalah jihad yang paling utama.

10. Selagi seseorang menjaga shalatnya, maka Allah swt mencurahkan seluruh perhatian-Nya, tetapi jika ia melalaikan shalatnya, maka perhatian Allah akan terlepas.

11. Apabila suatu musibah turun dari langit, maka orang2 yang memakmurkan masjid akan terhindar darinya.

12. Apabila seseorang masuk ke dalam neraka jahanam disebabkan dosa2nya, maka api neraka tidak akan membakar anggota tubuh yang digunakan untuk bersujud.

13 .Allah swt. mengharamkan api neraka bagi anggota tubuh yang digunakan untuk bersujud.

14. Amal yang paling disukai Allah swt. adalah shalat tepat pada waktunya.

15. Keadaan manusia yang paling disukai Allah swt. adalah ketika dalam keadaan sujud, yaitu ketika kening menyentuh tanah.

16 Sedekat-dekat seseorang kepada Allah adalah ketika dia berada dalam sujud.

17. Shalat adalah anak kunci pintu syurga.

18. Apabila seseorang berdiri untuk melaksanakan shalat, maka pintu2 syurga akan terbuka. Lalu tersingkaplah tabir antara Allah dengan orang yang shalat itu selama dia tidak sibuk dengan batuk dan sebagainya ( yaitu perkara2 yang dibenci dalam shalat).

19. Seseorang yang sedang melaksanakan shalat berarti mengetuk pintu Yang Maha Kuasa, sebagaimana orang yang mengetuk pintu, maka pasti akan dibukakan baginya.

20. Kedudukan shalat dalam agama adalah seperti kepala pada badan.

21. Shalat adalah cahaya hati, barangsiapa yang ingin agar hatinya bersinar, hendaklah dia menyinarinya dengan shalat.

22. Barangsiapa berwudhu dengan sempurna, kemudian melaksanakan dua atau empat rakaat shalat, baik shalat fardhu ataupun sunnat dengan khusyu dan khudhu, lalu memohon ampunan kepada Allah atas dosanya, niscaya Allah akan mengampuninya.

23. Bagian bumi yang diatasnya disebut nama Allah melalui shalat, maka bagian bumi itu akan membanggakannya kepada bagian2 bumi yang lain.

24. Barangsiapa berdoa kepada Allah setelah melaksanakan shalat dua rakaat, niscaya Allah mengabulkannya baik secara langsung ataupun ditangguhkan, demi kemaslahatan dirinya. Yang jelas doanya pasti diterima.

25. Barangsiapa melaksanakan shalat 2 rakaat seorang diri tanpa diketahui oleh siapapun kecuali Allah dan para malaikat-Nya, maka dia mendapat jaminan keselamatan dari api neraka.

26. Barangsiapa melaksanakan satu shalat wajib, maka baginya satu doa yang makbul di sisi Allah.

27 Orang yang menjaga shalat lima waktu, dengan memperhatikan ruku, sujud dan wudhu yang sempuna, maka wajib baginya syurga dn haram baginya neraka.

28. Selama seorang muslim menjaga shalatnya, maka setan akan takut padanya. Tetapi jika melalaikannya, maka setan akan berani kepadanya dan akan menyesatkannya.

29. Amal yang paling utama adalah shalat lima waktu.

30. shalat adalah kurbannya setiap orang yang bertakwa.

31. Amal yang paling disukai Allah adalah shalat di awal waktu.

32. Barangsiapa pergi untuk melaksanakan shalat Subuh, maka ditangannya dia membawa bendera iman. Dan barangsiapa pergi kepasar pada waktu subuh, maka ditangannya adalah bendera setan.

33. Empat rakaat shalat sunnat sebelum shalat Zhuhur sama pahalanya dengan empat rakaat shalat Tahajjud.

34. Empat rakaat shalat sunnat setelah Zhuhur ,kedudukannya sama dengan 4 rakaat shalat Tahajjud.

35. Apabila seseorang berdiri melaksanakan shalat, maka rahmat Allah tercurah padanya.

36. Seutama-utama shalat (setelah shalat fardhu) adalah shalat pada pertengahan malam, namun sedikit sekali orang yang mengerjakannnya.

37. Jibril as. datang kepada Muhammad saw, dan berkata "Wahai Muhammad, berapapun lamanya engkau hidup, suatu hari nanti pasti akan mati juga. Siapapun yang engkau cintai, pada suatu hari nanti pasti engkau berpisah dengannya. Dan segala amalan yang engkau kerjakan (yang baik ataupun yang buruk), pasti engkau akan mendapatkan balasannya. Tidak diragukan lagi bahwa kemuliaan seorang mukmin adalah paa Tahajudnya, dan kemuliaannya juga adalah pada sifat qana'ahnya."

38. Dua rakaat shalat pada akhir malam adalah lebih utama daripada dunia dan seisinya. Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku akan mewajibkannya kepada mereka.

39. Jagalah shalat Tahajud, karena Tahajud adalah jalan orang2 shalih dan jalan untuk mendekati Allah, penjaga dari perbuatan dosa, penyebab keampunan dosa, dan meyehatkan badan.

40. Allah swt berfirman, "Wahai anak adam, janganlah malas melaksanakan empat raakat shalat pada permulaan hari, niscaya Aku pasti akan memenuhi seluruh keperluanmu pada hari itu."

Sesungguhnya keutama2an shalat dan kabar gembira bagi orang2 yang menjaganya banyak sekali disebutkan di dalam kitab2 hadits. Namun semoga kiranya 40 hadits yang disebutkan diatas sudah mencukupi..

Sesungguhnya shalat adalah sesuatu kekayaan yang sangat berharga. Hanya orang2 yang diberi Allah kelezatan shalat yang dapat menghargainya. Begitu berharganya shalat, sehingga Rasulullah saw. menjadikannya sebagai penyejuk mata, dan karena kelezatannya maka beliau saw. menghabiskan sebagian besar malamnya dengan melaksanakan shalat. itulah alasannya mengapa Rasulullah saw. secara khusus berwasiat mengenai shalat ketika akhir hata beliau saw. dan berpesan agar benar2 menjaganya.

Di dalam banyak hadits, Rasulullah saw, bersabda, "Takutlah kepada Allah mengenai shalat,...Takutlah kepada Allah mengenai shalat,...Takutlah kepada Allah mengenai shalat," Ibnu mas'ud ra. meriwayatkan dari Baginda Rasulullah saw., bahwa beliau saw bersabda, "Amalan yang paling kucintai adalah SHALAT"

Segala puji bagi Allah, yang dengan nikmat-Nya sempurnalah semua kebaikan ....

Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini ... Itu hanyalah dari kami ... dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan ... ----

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...

Siksa Kubur

KUBUR BERKATA SEWAKTU JENAZAH FATIMAH AZ-ZAHRA HENDA DIKEBUMIKAN
Dikisahkan bahawa sewaktu Fatimah r.a. meninggal dunia maka jenazahnya telah diusung oleh 4 orang, antara :-
1. Ali bin Abi Talib (suami Fatimah r.a)
2. Hasan (anak Fatima r.a)
3. Husin (anak Faimah r.a)
4. Abu Dzafrrin Al-Ghifary r.a
Sewaktu jenazah Fatimah r.a diletakkan di tepi kubur maka Abu Dzafrrin Al-Ghifary r.a berkata kepada kubur, "Wahai kubur, tahukah kamu jenazah siapakah yang kami bawakan kepada kamu ? Jenazah yang kami bawa ini adalah Siti Fatimah az-Zahra, anak Rasulullah S.A.W." Maka berkata kubur, "Aku bukannya tempat bagi mereka yang berdarjat atau orang yang bernasab, adapun aku adalah tempat amal soleh, orang yang banyak amalnya maka dia akan selamat dariku, tetapi kalau orang itu tidak beramal soleh maka dia tidak akan terlepas dari aku (akan aku layan dia dengan seburuk-buruknya)."
Abu Laits as-Samarqandi berkata kalau seseorang itu hendak selamat dari siksa kubur hendaklah melazimkan empat perkara semuanya :-
1. Hendaklah ia menjaga solatnya
2. Hendaklah dia bersedekah
3. Hendaklah dia membaca al-Qur�an
4. Hendaklah dia memperbanyakkan membaca tasbih kerana dengan memperbanyakkan membaca tasbih, ia akan dapat menyinari kubur dan melapangkannya.

Fadhilah Tahajud (2)

Shalat malam atau shalat tahajud adalah amalan yang mulia. Inilah kebiasaan orang sholeh. Mereka biasa menjaga shalat malam mereka. Waktu malam mereka banyak digunakan untuk bermunajat pada Allah. Apalagi ketika mendapati sepertiga malam terakhir, mereka memperbanyak do'a kepada Allah karena mengingat keutamaan do'a mustajab kala itu. Semoga dengan mengetahui keutamaan shalat tahajud berikut ini kita semakin giat menjaganya. Allah Ta'ala berfirman,
أَمْ مَنْ هُوَ قَانِتٌ آَنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآَخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ
(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. ” (QS. Az Zumar: 9). Yang dimaksud qunut dalam ayat ini bukan hanya berdiri, namun juga disertai dengan khusu' (Lihat Tafsir Al Qur'an Al 'Azhim, 12: 115). Salah satu maksud ayat ini, “Apakah sama antara orang yang berdiri untuk beribadah (di waktu malam) dengan orang yang tidak demikian?!” (Lihat Zaadul Masiir, Ibnul Jauzi, 7/166). Jawabannya, tentu saja tidak sama.
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ
Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah –Muharram-. Sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163, dari Abu Hurairah)
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحِيْنَ قَبْلَكُمْ وَهُوَ قُرْبَةٌ إِلَى رَبِّكُمْ وَمُكَفِّرَةٌ لِلسَّيِّئَاتِ وَمَنْهَاةٌ عَنِ الإِثْمِ
Hendaklah kalian melaksanakan qiyamul lail (shalat malam) karena shalat amalan adalah kebiasaan orang sholih sebelum kalian dan membuat kalian lebih dekat pada Allah. Shalat malam dapat menghapuskan kesalahan dan dosa. ” (Lihat Al Irwa' no. 452. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Mu'adz bin Jabal radhiyallahu 'anhu berkata, "Shalat hamba di tengah malam akan menghapuskan dosa." Lalu beliau membacakan firman Allah Ta'ala,
تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ
"Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, ..." (HR. Imam Ahmad dalam Al Fathur Robbani 18/231. Bab "تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ ")
'Amr bin Al 'Ash radhiyallahu 'anhu berkata, "Satu raka'at shalat malam itu lebih baik dari sepuluh rakaat shalat di siang hari." (Disebutkan oleh Ibnu Rajab dalam Lathoif Ma'arif 42 dan As Safarini dalam Ghodzaul Albaab 2: 498)
Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata, "Barangsiapa yang shalat malam sebanyak dua raka'at maka ia dianggap telah bermalam karena Allah Ta'ala dengan sujud dan berdiri." (Disebutkan oleh An Nawawi dalam At Tibyan 95)
Ada yang berkata pada Al Hasan Al Bashri , "Begitu menakjubkan orang yang shalat malam sehingga wajahnya nampak begitu indah dari lainnya." Al Hasan berkata, "Karena mereka selalu bersendirian dengan Ar Rahman -Allah Ta'ala-. Jadinya Allah memberikan di antara cahaya-Nya pada mereka."
Abu Sulaiman Ad Darini berkata, "Orang yang rajin shalat malam di waktu malam, mereka akan merasakan kenikmatan lebih dari orang yang begitu girang dengan hiburan yang mereka nikmati. Seandainya bukan karena nikmatnya waktu malam tersebut, aku tidak senang hidup lama di dunia." (Lihat Al Lathoif 47 dan Ghodzaul Albaab 2: 504)
Imam Ahmad berkata, "Tidak ada shalat yang lebih utama dari shalat lima waktu (shalat maktubah) selain shalat malam." (Lihat Al Mughni 2/135 dan Hasyiyah Ibnu Qosim 2/219)
Tsabit Al Banani berkata, "Saya merasakan kesulitan untuk shalat malam selama 20 tahun dan saya akhirnya menikmatinya 20 tahun setelah itu." (Lihat Lathoif Al Ma'arif 46). Jadi total beliau membiasakan shalat malam selama 40 tahun. Ini berarti shalat malam itu butuh usaha, kerja keras dan kesabaran agar seseorang terbiasa mengerjakannya.
Ada yang berkata pada Ibnu Mas'ud, "Kami tidaklah sanggup mengerjakan shalat malam." Beliau lantas menjawab, "Yang membuat kalian sulit karena dosa yang kalian perbuat." (Ghodzaul Albaab, 2/504)
Lukman berkata pada anaknya, "Wahai anakku, jangan sampai suara ayam berkokok mengalahkan kalian. Suara ayam tersebut sebenarnya ingin menyeru kalian untuk bangun di waktu sahur, namun sayangnya kalian lebih senang terlelap tidur." (Al Jaami' li Ahkamil Qur'an 1726)
Tutuplah shalat malam (tahajud) dengan shalat witir.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اجْعَلُوا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرً
Jadikanlah akhir shalat malam kalian adalah shalat witir.” (HR. Bukhari no. 998 dan Muslim no. 751)
Wallahu waliyyut taufiq was sadaad.

Fadhilah Tahajud (1)

 2 rakaat shalat tahajud lebih baik daripada dunia dan seisinya.
 Dibukakan hatinya
 Dimurahkan rizkinya
 Lidahnya fasih / hikmah ( pembicaraannya mudah dipahami orang lain )
 Pangkatnya waliyullah
 Dimudahkan ketika sakaratul maut
 Suami istri yang saling membangunkan shalat tahajud digolongkan kepada mudzakirin
 Allah swt akan memelihara dari segala bahaya
 Dinampakkan tanda-tanda taat pada wajahnya
 Dijadikan fikir yang bijaksana
 Dibangkitkan dari kubur dengan wajah yang bercahaya dan kuburnya akan terang.
 Dipermudah hisabnya di akhirat.
 Diberi buku catatan amal dari tangan kanan
 Tidak ada hijab antara Allah swt dengan kita, sehingga do`a-do`anya makbul
 Orang-orang yang selalu mengingat Allah swt diakhirat kelak akan diberi kuda emas untuk berjalan-jalan ke pasar surga.

Membaca Surat Yaasin / 3 Qul sebelum do`a tahajud, Fadhilahnya :
1. Hati kita akan disatukan dengan hati tahajud
2. Hati kita akan disatukan denga hati Al-Qur`an
3. Hati kita akan disatukan dengan hati Yaasin.

Cara mudah untuk bangun tahajud :
1. Tidur dengan melakukan adab-adab tidur
2. Jangan terlalu capek bekerja
3. Jangan tetlalu banyak makan
4. Jangan banyak bermaksiat
5. Siang ada waktu untuk istirahat
6. Niat untuk shalat tahajud
7. Baca surat Al-Kahfi 5 / 10 ayat terakhir
8. Diulang-ulang fadhilahnya

Aisyah r.ha berkata, sebelum Rasulullah saw shalat atau bangun dari tidur untuk shalat malam baginda membaca sbb :
 10 kali Allahu Akbar
 10 X Subhanallahi wabihamdihi
 10 X Alhamdulillah
 10 X Subhana malikul Quddus
 10 X Astaghfirullah
 10 X Laailaahaillallaah
 10 X Allahumma inni a`udzubika mindliqiddunya wa dlikilyaumilkiyaamah, artinya : Ya Allah aku berlindung dari kesempitan dunia dan kesempitan akhirat.

Membaca :
 10 ayat dalam tahajud dianggap taat
 1000 ayat dalam yahajud dianggap shaleh
 1000 ayat dalam tahajud dianggap istiqamah

Shalat tahajud 1 rakaat adalah lebih baik dari shalat 100.000 rakaat shalat .
Shalat tahajud 4 rakaat sama dengan mengerjakan shalat 4 rakaat di malam lailatul qadar.

Rabu, 11 September 2013

Cara Terbaik Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak

Pengaruh Inflasi

Biaya pendidikan terus naik setiap tahun. Kenaikannya bisa mencapai 10% hingga 20%/tahun. Kenaikan harga seiring berjalannya waktu (atau penurunan nilai uang terhadap waktu) disebut inflasi. Dan inflasi di sektor pendidikan termasuk yang paling tinggi.

Jika kita punya anak yang baru lahir, sekitar enam tahun lagi dia akan masuk sekolah dasar. Jika uang pangkal masuk SD berkualitas baik tahun ini sebesar 5 juta, maka enam tahun lagi biayanya bisa mencapai 8 jutaan (asumsi inflasi 10%) atau 10 jutaan (inflasi 15%). Oleh karena itu kita jangan mengumpulkan uang hingga sebesar 5 juta, tapi kumpulkanlah uang senilai 10 juta, khusus untuk masuk SD.

Tentunya kita pun perlu mempersiapkan dana masuk SMP, SMA, dan perguruan tinggi, yang pasti lebih besar ketimbang uang pangkal SD. Jika uang pangkal masuk SMP berkualitas baik tahun ini besarnya 7 juta, maka 12 tahun mendatang, uang pangkalnya akan mencapai 19 jutaan (asumsi inflasi 10%) atau 32 jutaan (asumsi inflasi 15%). Jika kita tidak siap dengan biaya-biaya tsb, alternatifnya adalah menyekolahkan anak kita di sekolah negeri. Gratis. Tapi sebagian kita mungkin kurang percaya dengan kualitas sekolah negeri. Jika ada sekolah negeri berkualitas baik (SBI atau RSBI), jadinya pasti tidak gratis lagi.

Selain itu, biarpun SD, SMP, dan SMA negeri sudah gratis, perguruan tinggi belum ada yang gratis. Kecuali anak kita cukup pintar sehingga berhasil mendapatkan beasiswa, selebihnya kita tetap harus mengumpulkan uang.

Jadi, bagaimana menyiasatinya?

Ada beberapa cara mengumpulkan uang, misalnya menabung di bawah kasur, menabung di bank, atau deposito. Tapi cara-cara tsb tidak tanggap terhadap inflasi. Celengan di rumah tidak ada bunganya, sedangkan bunga deposito saat ini rata-rata cuma 6%/tahun. Di deposito, meski uang kita bertambah 6% setiap tahunnya, sebetulnya uang tsb berkurang nilainya. Jika kita menabung 500 ribu per bulan dan setelah 5 tahun terkumpul 30 juta, sesungguhnya 30 juta di lima tahun mendatang itu tidak sama dengan 30 juta sekarang. Dengan inflasi 10%, maka 30 juta lima tahun kemudian hanyalah senilai dengan uang 19 juta masa sekarang. Dengan kata lain, jika 30 juta saat ini bisa kita belikan 30 set meja makan seharga @1 juta, lima tahun kemudian yang diperoleh hanya 19 set meja makan.

Betapa jahatnya inflasi; diam-diam ia merampok sebagian uang kita sementara kita sedang tidur (tidak sadar).

Dua Cara Mempersiapkan Dana Pendidikan

Oleh karena itu, cara terbaik mempersiapkan dana pendidikan anak adalah dengan menabung atau berinvestasi di instrumen yang bisa menghasilkan retur sama atau lebih besar dari inflasi. Apa atau apa sajakah itu?

Pertama, menabung emas atau perak (dinar atau dirham). Harga emas dan perak selalu naik, dan kenaikannya bisa mengimbangi bahkan mengalahkan inflasi. Jika tahun ini uang pangkal masuk SD setara dengan 10 gram emas (5 jutaan; per gram 500 ribuan), maka enam tahun kemudian pun biayanya tetap di kisaran 10 gram emas. Jika uang pangkal masuk SMP tahun ini setara 14 gram emas (7 jutaan), maka 12 tahun ke depan pun biayanya tetap sekitar 14 gram emas.

Menabung dalam bentuk emas/perak menjamin nilai uang kita di masa depan, tanpa terpengaruh kenaikan harga-harga (inflasi). Jadi jika kita sudah memiliki 10-20 gram emas saat ini, tidak perlu khawatir kalau hanya untuk urusan masuk SD/SMP. Tapi ya tetap harus mengumpulkan uang untuk keperluan lain.

Menabung emas bisa dicicil, tapi karena harga satu gram emas saja sekarang sudah lebih dari 500 ribu, dan biasanya emas dijual dalam satuan yang lebih berat (2, 3, atau 5 gram; dan 1 dinar saja beratnya 4,25 gram), maka bagi orang yang hanya mampu menabung 500 ribu sebulan, dia harus menunggu beberapa bulan untuk membeli emas. Atau bisa juga dia mencicil emas di pegadaian, tapi dikenai biaya administrasi dan margin keuntungan, dan ada DP (uang muka) yang besarnya sekitar 25%.

Pilihan yang lebih terjangkau adalah menabung perak (dirham). Harganya saat ini sekitar 70 ribuan per dirham, beli 5 dirham bebas ongkos pembuatan. Dirham bisa dibeli secara offline maupun online di gerai-gerai yang menjual dinar dan dirham. Alamatnya silakan dicari di internet.

Kedua, berinvestasi di saham atau reksadana. Investasi saham berarti kita membeli secara langsung saham-saham perusahaan yang terdaftar di pasar modal (Bursa Efek Indonesia), sedangkan reksadana adalah berinvestasi saham/obligasi di pasar modal melalui manajer investasi.

Investasi saham/reksadana dapat menghasilkan retur lebih besar daripada emas, tapi mengandung risiko merugi. Risiko kerugian dapat diminimalkan dengan pengetahuan yang memadai. Oleh karena itu, sebelum memutuskan terjun ke pasar modal, kita harus mempelajari dulu seluk-beluk investasi saham/reksadana. Sekilas ini kedengarannya sulit, tapi jika anda punya waktu dan siap untuk mempelajarinya, kenapa tidak.

Apakah investasi saham/reksadana perlu modal besar? Dulu mungkin iya, tapi sekarang tidak. Sekarang ini kita bisa membuka rekening di perusahaan sekuritas (pialang/broker saham) dengan deposit minimal 5 juta, bahkan ada yang cuma 100 ribu. 100 ribu? Ya, dan saya sudah membuka rekening di broker tsb. Tapi tentu saja 100 ribu tsb baru untuk buka rekening saja, belum bisa dipakai beli saham apa pun. Untuk mulai membeli saham, kita perlu setor 500 ribu atau 1 juta; itu cukup untuk membeli 1-2 lot saham yang harganya seribu rupiah per lembar. Seterusnya kita bisa menambah kepemilikan saham kita setiap bulan atau setiap kali punya uang lebih.

Jika saham tampaknya cukup ribet dan butuh belajar banyak, maka reksadana tidak perlu sebanyak itu belajarnya. Percayakan saya dana kita kepada manajer investasi yang memang ahlinya dalam berinvestasi. Selain itu reksadana bisa dicicil dengan biaya lebih murah. Dulu reksadana ditawarkan dengan setoran awal minimal puluhan juta, tapi sekarang ada reksadana yang menerima cicilan mulai 100 ribu/bulan.

Adakah cara lain mengumpulkan uang untuk keperluan di masa depan? Sementara itu dulu, sebab keduanya (nabung emas/perak dan investasi saham/reksadana) bisa dicicil secara berkala dengan lebihan dari gaji atau penghasilan bulanan. Dan tulisan ini pun saya tujuan untuk orang-orang yang mengandalkan hidup dari gaji rutin.

Sebelumnya Harus Punya Asuransi Jiwa

Mungkin anda berpikir, okelah kita bisa menyisihkan uang secara rutin untuk beli emas atau reksadana, tapi bagaimana kalau di tengah jalan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada diri kita sehingga kita tidak bisa lagi mencicil dana tsb?

Solusinya: sebelum menabung atau berinvestasi, terlebih dahulu kita harus punya asuransi jiwa.

Dalam prioritas perencanaan keuangan, asuransi jiwa didahulukan dari investasi, sebab investasi bisa gagal total jika di tengah jalan terjadi sesuatu pada kita, entah sakit, kecelakaan, atau meninggal dunia. Jika sakit, maka kita harus berobat. Untuk berobat perlu uang. Semakin parah penyakitnya, semakin besar uang yang kita butuhkan. Pertanyaannya, apakah kita rela jika hasil investasi kita, yang sedianya untuk tujuan pendidikan, terpakai untuk biaya berobat? Tentu lebih baik jika biaya berobat itu berasal dari pihak lain, dalam hal ini perusahaan asuransi. Dengan demikian, dana investasi kita tetap aman-aman saja.

Atau jika kita meninggal dunia, sudah jelas anak kita bukan hanya kehilangan dana pendidikan, tapi juga sumber nafkah hidupnya. Oleh karena itu, asuransi jiwa wajib hukumnya bagi orangtua yang telah memiliki tanggungan hidup. Bukan sekadar punya, jumlahnya pun harus cukup.

Satu hal perlu diperhatikan: Yang harus mengambil asuransi jiwa adalah orangtua, bukan anak. Anak tidak butuh asuransi jiwa, sebab seandainya dia meninggal, kedua orangtua memang akan sedih, tapi tidak disusahkan dalam segi ekonomi.

Asuransi Pendidikan Jenis Endowment

Dari pemikiran ini, bahwa persiapan dana di masa depan harus dibarengi dengan asuransi jiwa, muncullah produk keuangan yang disebut asuransi pendidikan. Asuransi pendidikan menyediakan uang tunai sejumlah tertentu ketika anak masuk jenjang-jenjang sekolah, plus asuransi jiwa, plus pembebasan/pembayaran premi jika orangtua meninggal dunia. Jenis asuransi yang biasanya ditawarkan perusahaan asuransi adalah endowment (dwiguna), sebab dia menyediakan uang pertanggungan jiwa sekaligus jaminan uang tunai.

Tapi apakah asuransi pendidikan jenis ini sudah memadai untuk mengkover biaya masuk sekolah di masa depan?

Mari kita tinjau lebih saksama. Sebelumnya kita harus tahu berapa biaya masuk SD, SMP, SMA, dan PT saat ini, lalu kalkulasikan biaya di masa depan dengan memasukkan faktor inflasi. Mengikuti asuransi pendidikan tanpa terlebih dahulu menghitung kebutuhan anak kita di masa depan akan berakibat dua hal. Pertama, kemahalan, tapi ini masih mending, sebab mendingan lebih daripada kurang. Kedua, dana tahapan pendidikan yang kita terima tidak dapat membantu pada saatnya dibutuhkan, karena jumlahnya kekecilan.

Sekadar gambaran kasar, mari kita anggap biaya masuk SD saat ini 5 juta, SMP 7 juta, SMA 8 juta, dan PT 10 juta. Dengan asumsi inflasi sekitar 10% per tahun, maka 6 tahun kemudian, biaya masuk SD adalah 9 juta, 12 tahun kemudian biaya masuk SMP 20 juta, 15 tahun kemudian biaya masuk SMA 31 juta, dan 18 tahun kemudian biaya masuk PT 50 juta. Total dana yang dibutuhkan 110 juta.

Beberapa produk asuransi pendidikan yang pernah saya lihat memberikan dana tahapan 10% UP saat masuk SD, 20% UP saat masuk SMP, 20-25% UP saat masuk SMA, dan 45-50% UP saat masuk PT. Ada juga yang memberikan dana 10% UP di tahun kelima (masuk TK), tapi persentase saat masuk PT jadi berkurang. Secara umum, dengan skema pembagian dana seperti itu, nasabah akan balik modal (balik 100%) pada saat anaknya masuk PT. Setelah itu, asuransi akan memberikan beasiswa per tahun selama anak kita kuliah di PT selama 4 tahun. Persentasenya dihitung dari saldo terakhir pada tahun masuk PT. Total dana tahapan yang diterima anak nasabah mencapai lebih dari 100% UP.

Dari gambaran tsb, maka kita membutuhkan asuransi pendidikan dengan UP 100 juta s.d. 110 juta. Agar lebih mudah menghitungnya, kita ambil yang 100 juta. UP 100 juta ini menjadi dasar perhitungan pemberian dana tahapan, sekaligus menjadi uang tunai yang diberikan lumpsum kepada ahli waris jika pemegang polis (orangtua) meninggal dunia.

Dengan UP 100 juta, maka dana tahapan yang diterima adalah:

-          SD (10%) sebesar 10 juta. Insya Allah cukup.

-          SMP (20%) sebesar 20 juta. Insya Allah cukup.

-          SMA (25%) sebesar 25 juta. Kurang sekitar 6 juta.

-          PT (45%) sebesar 45 juta. Kurang sekitar 5 juta.

-          Beasiswa per tahun selama kuliah (4-5 tahun), persentasenya dihitung dari saldo rekening tabungan akhir tahun yang ada pada saat itu. Di sinilah nasabah baru mendapat keuntungan dari dana yang telah ia bayarkan. Besarnya kira-kira 10-20% dari UP.

Untuk mendapatkan UP 100 juta, jika masa pembayaran premi 18 tahun (anak baru lahir), usia orangtua sekitar 30 tahun, maka yang harus dibayar adalah 100 juta dibagi 18 tahun, yaitu 5,6 juta per tahun atau 470 ribu per bulan (dibulatkan). Jika anak kita telah berusia 3 tahun, maka masa pembayarannya 15 tahun, dan premi bulanannya menjadi 560 ribu. (Lebih mahal. Itulah sebabnya, waktu terbaik mempersiapkan dana pendidikan adalah sedini mungkin).

Itu gambaran umum asuransi pendidikan yang biasanya ditawarkan perusahaan asuransi. Ada asuransi pendidikan yang memakai skema sedikit berbeda, dengan total dana tahapan mencapai 250% bahkan lebih, tapi preminya lebih mahal.

Tabungan Pendidikan

Selain asuransi pendidikan, ada pula yang disebut tabungan pendidikan. Bedanya, asuransi pendidikan diterbitkan perusahaan asuransi, tabungan pendidikan dikeluarkan oleh bank. Dibanding asuransi pendidikan, tabungan pendidikan memberikan nilai tunai yang lebih besar karena ada bunganya. Besar bunganya sedikit di bawah bunga deposito dan lebih tinggi dari rekening biasa; saat ini sekitar 4-5%.

Tabungan pendidikan juga ada asuransi jiwanya dan fasilitas bebas premi. Hanya asuransi jiwanya sangat kecil, yaitu (dari sebuah produk yang pernah saya lihat) antara 5 s.d. 20 kali setoran bulanan, tergantung kapan meninggalnya. Jadi jika setoran bulanannya 500 ribu, premi asuransi jiwanya antara 2,5 juta s.d. 10 juta.

Sekarang, tabungan pendidikan juga ada yang menawarkan asuransi jiwa lebih besar, sampai 320 x hingga 480 x setoran bulanan, dan ada pula yang disertai rider kesehatan. Namun tambahan manfaat itu akan mengurangi porsi tabungan antara 10% hingga 30%.

Di sini, tabungan pendidikan menjadi tidak ada bedanya dengan asuransi pendidikan, yaitu sama-sama tergolong asuransi endowment (dwiguna; asuransi+tabungan). Namun tabungan pendidikan memberikan kelebihan lain, yaitu dana lebih mudah diambil (karena sifatnya tabungan), besar pengambilannya terserah kita, dan waktu pengambilan dana bisa kapan saja (jumlah dana dan waktu pengambilan dana tidak tercantum di perjanjian).

Tinjauan Asuransi Pendidikan Jenis Endowment

Sekarang mari kita tinjau asuransi pendidikan endowment tsb dengan beberapa pertanyaan.

Pertama, apakah dana tahapan yang diberikan cukup membantu pada saat nanti dibutuhkan? Jika asumsi inflasi 10% terpenuhi atau kurang dari itu, maka dananya cukup. Kurang-kurang sedikit bisalah kita tambah dari uang sendiri.

Pada kenyataannya, biaya pendidikan mungkin naik lebih besar daripada asumsi tsb. Maka kalau mau lebih aman, kita perlu menggunakan asumsi 15% atau bahkan 20%, dan jika begitu, maka premi yang kita bayarkan bisa mencapai 2 hingga 4 kali lipat.

Selain itu, kalaupun inflasi pendidikan hanya 10% atau kurang, premi yang dibayarkan sebesar 470 ribu per bulan itu sebetulnya terlalu mahal. Jika uang itu kita taruh di deposito dengan bunga 6% per tahun, maka total yang kita dapat bukan lagi 100 juta, melainkan 160-an juta. Hanya memang tidak ada asuransinya.

Kedua, jika pemegang polis meninggal dunia, apakah dana tahapan tetap diterima? Ya. Bahkan ada pula lumpsum sebesar 100 juta.

Tapi bicara tentang asuransi jiwa, sesungguhnya UP 100 juta itu sangatlah kecil. Jika pemegang polis atau orangtua meninggal dunia, uang 100 juta itu jika dikonsumsi untuk kebutuhan sehari-hari mungkin akan habis dalam satu-dua tahun.

Adakah yang Lebih Murah?

Kita lanjutkan tinjauan kita.

Ketiga, apakah ada cara yang lebih murah? Ada, yaitu dengan menggunakan produk asuransi mutakhir yang disebut unit link. Unit link adalah asuransi plus investasi. Model investasi pada unit link sama dengan reksadana, yaitu manajer investasi mengalokasikan dana nasabah ke saham, campuran saham dan obligasi, atau campuran obligasi dan deposito (tergantung jenis reksadananya).

Di sini unit link berbeda dengan endowment yang merupakan gabungan antara asuransi dan tabungan. Apa bedanya investasi dengan tabungan? Investasi mengandung harapan adanya keuntungan yang lebih besar di masa yang akan datang, sementara tabungan hanya menghasilkan sejumlah yang dikumpulkan ditambah bunga. Karena potensi hasilnya yang lebih besar itu, maka investasi mengandung risiko kerugian, sementara tabungan lebih aman. Perbedaan lainnya, hasil investasi bisa mengungguli inflasi, nilai tabungan bisa dipastikan akan tergerus inflasi.

Nilai tunai pada asuransi endowment merupakan tabungan karena jumlahnya dijamin. Sedangkan nilai tunai pada unit link merupakan hasil investasi, jumlahnya tidak dijamin tapi bisa lebih besar.

Pilih mana: dijamin tapi jumlahnya kecil, atau tidak dijamin tapi jumlahnya bisa lebih besar?

Selain memberikan peluang retur investasi yang lebih besar dari inflasi, unit link juga memberikan UP jiwa yang jauh lebih besar.

Sekadar gambaran, dari mesin program unit link yang saya punya, premi 470 ribu/bulan selama 18 tahun, untuk orangtua dengan usia 30 tahun, akan memberikan manfaat:

“Dana tahapan” dengan jumlah yang sedikit lebih besar dibanding yang diberikan asuransi pendidikan endowment, yaitu 10 juta (masuk SD), 20 juta (SMP), 31 juta (SMA), 50 juta (PT). Total 110 juta.
Bonus 10 juta per tahun selama 5 tahun di PT, diberikan jika asumsi investasi minimal 10% per tahun terpenuhi.
Sampai di sini, total “dana tahapan” mencapai 160 juta, lebih besar daripada total dana yang disetor sebesar 101 juta. Istilah dana tahapan saya taruh di antara tanda petik (“), karena dana unit link pada dasarnya bisa diambil berapa saja dan kapan saja, asalkan masih ada sisa untuk membayari biaya asuransi jiwa. Sama seperti halnya tabungan pendidikan, waktu pengambilan dana dan besarnya dana tidak tercantum dalam polis.

UP jiwa sebesar 300 juta, diberikan jika orangtua meninggal dunia. Manfaat ini berlaku seumur hidup, bukan hanya selama masa pembayaran premi.
Hasil investasi yang terus berkembang dan membesar, yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk dana pensiun dan tambahan warisan. Manfaat ini membutuhkan terpenuhinya asumsi investasi minimal 13% per tahun.
Skema dan manfaat tsb didapat dengan pembagian porsi asuransi sebesar 230 ribu dan porsi investasi sebesar 240 ribu. Selain itu, sejumlah rider (asuransi tambahan) dapat pula ditambahkan, seperti manfaat rawat inap dan pembedahan di RS, perlindungan terhadap sakit kritis, perlindungan dari kecelakaan, perlindungan dari cacat total, dan manfaat payor (pembebasan premi plus pembayaran premi jika pemegang polis mengalami sakit kritis/cacat total). Jika manfaat-manfaat tambahan tsb diambil, maka komposisi asuransi dan investasi bisa berubah, dan itu mengubah pula dana tahapan ataupun UP jiwa yang bisa diberikan.

Meski hasil investasi pada unit link tidak dijamin, bukan berarti akan rugi. Ada beberapa cara untuk melindungi hasil investasi supaya menghasilkan retur yang optimal, salah satunya dengan diversifikasi dana atau penyebaran dana pada beberapa instrumen. Dana unit link diinvestasikan pada berbagai instrumen investasi, ada yang murni saham (reksadana saham), ada yang campuran saham dan obligasi (reksadana campuran/berimbang), dan ada yang pada obligasi dan deposito (reksadana pendapatan tetap). Khusus untuk keperluan pendidikan, komposisi yang cukup ideal untuk menghasilkan retur optimal (cukup tinggi tapi juga cukup aman) adalah 20% reksadana saham, 30% reksadana campuran, dan 50% reksadana pendapatan tetap. Dengan komposisi ini, maka mencapai retur 13% per tahun terbilang cukup realistis.

Untuk mendapatkan manfaat yang kira-kira sama dengan yang diberikan asuransi endowment, yaitu dana tahapan plus UP jiwa 100 juta, unit link saya bisa mengenakan premi antara 300 ribu s.d. 350 ribu/bulan.

Keempat, adalah cara yang lebih murah lagi? Ya, yaitu asuransinya dipisah dengan investasinya. Pertama, ambil dulu asuransi jiwa berjangka (term life) dengan jangka waktu 18 atau 23 tahun (sampai anak kita lulus kuliah/bekerja). Untuk UP 100 juta, preminya sekitar 400-500 ribu per tahun, tergantung perusahaan asuransinya. Untuk UP 300 juta preminya sekitar tiga kali lipatnya. Berbeda dengan unit link yang asuransi jiwanya berlaku seumur hidup, masa berlaku asuransi jiwa murni sama seperti endowment, yaitu selama masa perjanjian.

Setelah itu silakan berinvestasi sendiri, di reksadana atau saham, atau di emas dan perak, atau berbisnis apa saja. Perbedaannya dengan investasi lewat unit link ataupun tabungan endowment, jika investasi/usaha sendiri kita bebas menentukan berapa dana yang kita setorkan dan kapan kita setorkan, besarnya tidak harus sama dan tidak harus rutin. Tapi perlu diingat bahwa jika tujuan ingin tercapai, bagaimana pun kita harus disiplin.

Simpulan

Cara terbaik mempersiapkan dana pendidikan anak adalah dengan menabung atau berinvestasi pada instrumen yang memberikan retur lebih besar daripada inflasi (kenaikan harga). Pada saat yang sama, orangtua juga harus mengambil asuransi jiwa, agar jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada dirinya, rencana pendidikan anak tetap terjaga. Asuransi jiwanya dapat disatukan dengan investasi, dapat pula dipisah. Masing-masing ada plus-minusnya.
Contoh tabungan yang kebal inflasi adalah emas dan perak. Tabungan jenis lain (celengan, rekening bank, deposito) lebih baik dihindari untuk jangka panjang.
Contoh investasi antara lain saham dan reksadana. Kedua instrumen ini menawarkan retur yang lebih tinggi dari emas dan perak, tapi mengandung risiko kerugian. Risiko kerugian bisa diminimalkan dengan pengetahuan yang mencukupi tentang dunia investasi.
Asuransi pendidikan jenis endowment menjamin sejumlah dana tahapan pendidikan dan uang pertanggungan jiwa jika meninggal dalam masa perjanjian. Tapi karena nilai tunainya berbentuk tabungan, ia dapat tergerus oleh inflasi. Untuk menyiasatinya, cicilan tabungan kita harus lebih besar dari seharusnya. Selain itu UP jiwanya terbilang kecil, hanya sejumlah total uang yang rencananya kita bayarkan, dan berlaku hanya selama masa perjanjian.
Tabungan pendidikan hampir mirip dengan asuransi pendidikan. Nilai tunai lebih besar karena ada bunga, namun asuransi jiwa lebih kecil. Selain itu tabungan pendidikan lebih fleksibel dalam hal waktu pengambilan dana dan besarnya dana yang dapat diambil.
Asuransi unit link menawarkan hasil investasi yang lebih besar daripada endowment, UP jiwa yang lebih besar dan berlaku seumur hidup, serta dapat ditambahkan rider (manfaat asuransi lainnya) yang beragam. Dana unit link tidak dijamin, tapi keamanan dana serta hasil investasi dapat dioptimalkan dengan pengaturan komposisi instrumen yang tepat.
Yang lebih murah dari itu semua adalah memisahkan asuransi dan investasi. Asuransinya ambil yang murni dengan jangka waktu sesuai kebutuhan (sampai kira-kira anak kita mandiri). Investasinya bisa dipilih sendiri, dengan catatan harus disiplin.
Bagi yang tidak punya waktu/tidak siap untuk belajar investasi atau menjalankan usaha sendiri, pilihannya adalah unit link, sebab unit link sudah menggabungkan asuransi plus investasi dalam satu rekening.