Tampilkan postingan dengan label Curcol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curcol. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Juli 2014

Indonesia baru...? Atau tambah hancur.... pencitraan memang mudah dimanipulasi dan memanipulasi pikiran (1)

Baru kali ini rasanya pilpres begitu menegangkan. Setelah adanya perbedaan hasil quick count. Dan betapa arogannya kubu capres no.urut 2 yang seolah sudah menang dan jadi presiden. Sampai semua pendukungnya seolah euforia mengatakan kemenangan. Bahkan menjelekkan kubu sebelah, seolah mereka pemenang dan kelompok yang kalah akan disakiti.

Penyelenggara pemilu (KPU) bahkan menghimbau masyarakat untuk tidak saling menghujat....toh hasil real count akan diumumkan tanggal 22 Juli 2014. Waktu yang lama sejak pilpres tanggal 9 Juli 2014.

Banyaknya arus informasi yang membuat pilpres kali ini terasa seperti perang diantara pendukung. Pada awalnya saya nggak ingin ikut terlalu dalam. Tapi semakin kesini,kok makin ada benarnya informasi yang sebelumnya saya gak dapet.

Antara lain capres no.urut 2 ini begitu mengagungkan pencitraan. Banyak rakyat dibodohi oleh citra dirinya yang seolah jadi malaikat. Sebeeeeellll....
Sementara, rakyat yang begitu mudah dibodohi, seakan yakin bahwa mereka seolah telah memilih malaikat....padahal.....ampuuun deee

Capres no.2 ini punya program Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sehat...Padahal pengelolaan Kartu Jakarta Pintar dan Kartu Jakarta Sehat saja masih kacau balau....kok mau memberikan dalam skala nasional.
Belum lagi kalau pidato tidak pernah bisa lebih dari 5 menit....Gubraaakkksss.....
Visi misi yang nggak jelas dan mengambang dalam jawaban setiap debat capres.
Gak habis pikir, gimana kalau ketemu pemimpin dunia....jawaban englishnya hanya "I dont know" and "I don't think about that" ....paraaaahhh
Disisi lain, ada latar belakang keluarga yang kurang baik karena tersangkut dengan partai yang terlarang di Indonesia.


Hal terakhir ini bikin saya takuuut.....takuuuuuuuut bangeet...

Gak bisa tidur ngebayangin kalau itu terjadi...ideologi dikesampingkan....atau diganti..

Semoga Allah selalu melindungi bangsa Indonesia dari kepungan orang-orang jahat yang ingin berkuasa dan menjauhkan orang-orang jahat itu dari bumi Indonesia selamanyaa,, Aamiin Yaa Rabbal Alamiin

Bersambung ke tulisan kedua...

Selasa, 24 Juni 2014

Korupsi Jokowi Ahok di Kartu Jakarta Sehat (KJS)

Sudah tercatat banyak kebohongan Joko Widodo (Jokowi) mantan walikota Solo (Surakarta) 2005 – 2011, sekarang Gubernur DKI Jakarta 2012 – 2017. Kebohongan – kebohongan Jokowi terbagi atas dua : kebohongan terkait dengan tindak pidana korupsi dan kebohongan terkait janji atau ucapannya tentang suatu hal.
Jokowi sangat mudah berjanji karena dia tidak merasa memiliki kewajiban untuk memenuhi atau menepati janji tersebut. Terlihat jelas dari perilaku Jokowi yang begitu mudah melupakan janji, menganggap enteng janji, mengabaikan janji dan melanggar janji, baik kepada rakyat, mau pun kepada tokoh politik atau tokoh bangsa. Kebohongan bagi Jokowi bukanlah dosa. Kebohongan bagi Jokowi bukanlah pelanggaran hukum atau etika. Kebohongan bagi Jokowi tidak bermakna apa – apa karena dirinya sudah terbiasa berbohong dari sejak kecil hingga sekarang.
Kebohongan Jokowi Karena Korupsi
Kebohongan Jokowi yang terkait dengan perbuatan pidana atau korupsi, sering dilakukan Jokowi, terutama dalam rangka menyelamatkan diri, menutupi kejahatannya dan menuduh atau memfitnah pihak lain.
Contoh, ketika DPRD DKI Jakarta pada akhir tahun 2012 lalu berencana mengajukan hak interpelasi DPRD kepada Jokowi yang dinilai telah melanggar Peraturan Daerah No. 4 tahun 2009 Tentang Kesehatan Daerah.
Penerbitan Peraturan Gubernur no. 187 tahun 2012 oleh Jokowi pada Nopember 2012 itu melanggar Perda DKI no. 4 tahun 2009 tentang kesehatan daerah. Peraturan Daerah atau Perda memiliki status hukum yang lebih tinggi dari pada Peraturan Gubernur (Pergub).
Pada Pergub DKI No. 187/2012 terjadi pelanggaran hukum dan menimbulkan kerugian negara serta kerugian bagi rakyat miskin penduduk DKI Jakarta.
Pelanggaran hukum Pergub DKI Jakarta Nomor 187/2012 itu dikarenakan ketentuan – ketentuan atau pasal – pasal dalam Pergub Nomor 187/2012 bertentangan Peraturan Daerah Nomor 4 tahun 2009, terutama mengenai warga DKI Jakarta yang menjadi peserta jaminan asuransi kesehatan. Perda membatasi kepesertaan hanya pada warga miskin DKI Jakarta. Pergub menetapkan semua warga Jakarta berhak dan jadi peserta asuransi kesehatan.
Konsekwensi dari terbitkan Pergub DKI Jakarta Nomor 187/2012 itu, peserta jaminan asuransi kesehatan DKI Jakarta melonjak dari 300.000 menjadi 4 juta orang penduduk Jakarta.
Premi asuransi yang semestinya Rp. 500 miliar, melonjak menjadi Rp. 5 Triliun per tahun, yang mana tidak mampu dibayar oleh Pemda DKI Jakarta, sehingga terpaksa limit atau batas jaminan asuransi kesehatan warga Jakarta diturunkan drastis dari Rp. 100 juta per orang menjadi hanya Rp. 6 juta per orang.
Akibatnya, karena limit atau batas biaya perawatan, pengobatan dan rumah sakit yang ditanggung Pemerintah DKI turun drastis, sebagian besar rakyat miskin Jakarta tidak mendapat pelayanan kesehatan yang memadai seperti tahun – tahun sebelumnya, ketika Pergub DKI Nomor 187/2012 belum terbit.
Terbukti Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta telah merugikan rakyat miskin DKI Jakarta hanya karena kebodohannya atau karena keserakahannya mengeruk komisi /fee / kick back /suap ratusan miliar rupiah dari Penyelenggara asuransi kesehatan DKI Jakarta.
Karena Pergub Nomor 187 Tahun 2012 yang diterbitkan Gubernur Jokowi itu menetapkan warga yang berhak menerima manfaat KJS adalah SEMUA warga DKI Jakarta, maka jumlah warga DKI yang tertanggung (pemilik – penerima manfaat KJS) menjadi melonjak tajam. Tidak lagi hanya terbatas pada warga miskin DKI saja.
Dalam prinsip dasar asuransi kesehatan berlaku ketentuan bahwa jika jumlah tertanggung (pemakai KJS), naik sedangkan premi asuransi tetap, maka nilai pertanggungan (jaminan asuransi) menjadi turun.
Akibat dari pemberlakuan Pergub No. 187/2012 itu, warga miskin DKI Jakarta sangat menderita. Bayangkan saja, pelayanan kesehatan apa yang bisa diberikan Rumah Sakit dengan jaminan penggantian asuransi per warga hanya Rp 6 juta saja. Penyakit-penyakit berat dan kronis seperti jantung, hati, ginjal, mata, paru, Kanker, HIV, dan sejenisnya tidak dapat dijamin asuransi kesehatan DKI Jakarta.
Berbeda halnya ketika Pergub DKI Jakarta No. 187/2012 itu belum ada. Warga miskin DKI Jakarta, ditanggung asuransi jaminan kesehatannya sampai batas Rp. 100 juta !
Kenapa Jokowi berbuat seperti itu ? Tega menyeret warga miskin DKI Jakarta ke lembah penderitaan yang sebelumnya tidak pernah terjadi. Apa motif Jokowi sampai hati menyebabkan penderitaan dan kesusahan warga miskin Jakarta akibat tidak mendapat pelayanan kesehatan yang memadai dari Rumah Sakit, Dokter dan apotik ?
Berdasarkan penyelidikan tim investigasi pelaksanaan jaminan kesehatan Jakarta, ditemukan indikasi kolusi dan korupsi pada pengadaan asuransi jaminan kesehatan Pemda DKI Jakarta.
Temuan – temuan tersebut antara lain :
  1. Peningkatan jumlah tertanggung asuransi kesehatan Pemda DKI Jakarta, dari 300.000 warga miskin Jakarta, menjadi 4 juta warga DKI Jakarta (yang terdaftar berdasarkan kepemilikan KTP DKI Jakarta), tidak efektif atau tidak berguna bagi warga DKI Jakarta yang berstatus ekonomi mampu. Artinya : warga mampu DKI Jakarta, tidak menggunakan fasilitas asuransi kesehatan DKI Jakarta, melainkan hampir semua menanggung sendiri biaya perobatan dan Rumah Sakit.
  2. Peningkatan jumlah tertanggung asuransu kesehatan Pemda DKI Jakarta, menyebabkan penurunan nilai pertanggungan dan batas biaya penggantian terhadap rumah sakit yang melayani pasien warga miskin. Bahkan, untuk perobatan rawat jalan, biaya maksimal yang dijamin hanya Rp. 150.000 per orang per visit (kunjungan). Sedangkan untuk biaya rawat inap per pasien hanya Rp. 6 juta, turun tajam dari sebelumnya Rp. 100 juta per orang.
  3. Pengurangan nilai jaminan asuransi yang dibayarkan ke rumah sakit rujukan, menyebabkan melonjaknya tagihan rumah sakit – rumah sakit rujukan ke Pemda DKI Jakarta. Sebagian dari biaya rumah sakit yang tidak ditanggung asuransi terpaksa ditagihkan ke Pemda DKI, jumlahnya ratusan miliar rupiah dari hampir 30 puluh rumah sakit.
  4. Akibat dari penurunan batas jumlah tanggungan asuransi terhadap pasien miskin, Jokowi Ahok mendapatkan komisi asuransi /kick back yang sangat besar. Kolusi dan korupsi antara Jokowi Ahok dengan PT Askes ini membuahkan suap ratusan miliar untuk Jokowi Ahok.
  5. Pada pengadaan perusahaan pendamping jaminan kesehatan, Ahok selaku wagub telah melanggar hukum dengan menunjuk langsung PT. Askes untuk proyek senilai sekitar Rp. 17 miliar, lagi – lagi ahok melanggar hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
(Bersambung)

Bukti Kebohongan Jokowi Pada Program KJS

Ya Allah, Tega nian Gubernur Jokowi Menipu Rakyatnya. Siapa bilang dengan KJS (Kartu Jakarta Sehat) boleh berobat gratis? Buktinya tadi pagi saya & anak saya berobat di Poli Mata di Puskesmas Kec.Cilincing Jakarta Utara, bayar!
Memang bayarnya sih murah, Rp 15.000,- per Orang. Itu kalau lagi pas si pasien punya uang/ bawa uang.Di ruang tunggu loket, saya yg mendapat nomer antrian 90 melihat kenyataan yg memilukan. Apa itu? Seorang bapak tua, aki-aki asli Betawi, memakai kos bergambar Jokowi sedang marah2 di loket.
“Gile lu. Katanya pake KJS berobat Gratis!”
“Maaf pak, itu bukan kebijakan kami (pengelola Puskesmas maksudnya), itu kebijakan Pemda DKI (Gubernur Jokowi maksudnya).”
Mana bapak tua itu tahu kalau sejak Januari 2014 lalu berobat di Puskesmas sudah tidak gratis lagi alias bayar!
Celakanya, karena dulu dan bahkan tadi malam Jokowi berkoar-koar di TV , di DEBAT CAPRES, yang ditonton oleh Jutaan Rakyat Indonesia, katanya dengan kartu ini penduduk Indonesia yg kurang mampu BISA BEROBAT GRATIS, lagi-2 dia klaim seperti di Jakarta (dengan Sistem KJS). Buktinya? BOHONG!!
Si bapak tua tadi, marah2 lantaran di dompetnya cuma ada uang Rp 7.000,-, sedangkan tarif yg wajib dia bayar Rp 15.000,-! Yang membuat si bapak tua itu kesal, pihak Puskesmas Kelurahan Rorotan, tempat di mana dia tinggal, karena tidak ada poli mata, menyarankan si bapak tua tadi untuk berobat di Puskesmas Kecamatan.
Tadi malam si bapak tua itu rupanya juga nonton DEBAT CAPRES, dan dia dulu pernah berobat gratis pake KJS, maka dia berani datang berobat mata ke Puskesmas tingkat kecamatan. Perlu anda ketahui, si bapak tua itu untuk menuju Puskesmas tersebut dari rumahnya di wilayah Rorotan mengeluarkan ongkos Rp 7.000,- (dua kali naik angkot, KWK 05; Rp 4.000 + Rp 3.000). Nah, hari itu si bapak tua punya uang hanya Rp 30.000,-. Maka dia membawa Rp 14.000 pas tuk sekedar ongkos angkot ke puskesmas PP, sisanya tuk belanja Istrinya di rumah.
Ibu-2 yg berjilbab lebar melerai bapak tua yg marah2 itu. Dan dia membayarkan tarif Poli Mata si bapak berkaos bergambar Jokowi, agar tidak ada keributan di puskesmas.
“Gua Sumpahin Jokowi Belangsak! Tega2nya nipu rakyat miskin! Gua jijik pake kaos ini. Ntar dirumah kaos ini gua bakar, biar tetangga pada tahu kelakuan Jokowi. Bacot doang gede…”
Ketika saya & anak saya menunggu di depan ruang Poli Mata, banyak pasien mengeluh; “Katanya gratis. Koq ini bayar..”
Setelah saya & anak saya diperiksa mata oleh dokter, lalu dikasih masing2 dua lembar resep. “Yang ini obatnya silahkan diambil di ruang obat. Sedangkan yg ini karena stok obatnya tidak ada, harap dibeli di apotik pak..” Ujar dokter.
Saya sih gak keberatan, karena saya alhamdulillah punya uang. Lah, si bapak tua berkoas gambar Jokowi tadi, gimana mau beli obat di apotik? Uangnya saja cuma Rp 7.000, itu pun untuk ongkos pulang ke rumahnya. Tadi aja, untung ada ibu2 berjilbab lebar yg baik hati, yg mau bayarin tarif Poli Mata si bapak.
Saudara-saudari ku sebangsa setanah air. Tadi saja, saya dibonceng naik motor oleh istri, keliling mencari apotik tuk nebus resep. Sudah tiga apotik yg kami datangi tidak ada obat yg dimaksud dalam resep dokter. Dan baru ada di apotik yg keempat yg kami datangi. Kami menebus obat yg sama namun beda merk, itupun setelah dokter yg kebetulan ada di apotek tersebut memberikan penjelasan, bahwa isi kandungan obatnya sama.
Sontak terpikirlah olehku bagaimana nasib si bapak tua tadi.
“Ya Allah, Jangan Kau Hinakan Bangsa Kami dengan Pemimpin Yang Menipu Rakyatnya. Ya, Alloh Kasihanilah kami. Berilah kami Pemimpin Yg Tidak Suka Berbohong. Amin.”

Minggu, 02 Februari 2014

Jakartaku...tahun 2014

Siapa tak kenal kota Jakarta.
Kota dengan sejuta kegiatan, hiruk pikuknya bahkan tak pernah berhenti. Denyut jantungnya juga...hanya berkurang sedikit di pagi akhir pekan, siangnya....kembali hiruk pikuk sampai minggu sore.

Awal tahun ini, Jakarta mendapat ujian dari Allah SWT, banjir datang menerjang. Merambah wilayah yang sebelumnya juga terkena banjir dan meluas ke daerah-daerah sekitarnya. Kegiatan perekonomian praktis menjadi terhenti, tidak sama sekali terhenti, tapi sementara melambat.
Bantuan dikerahkan, pada pengungsi, posko dibangun, secara spontanitas banyak relawan, yang resmi maupun dari partai tertentu ikut turun tangan membantu.

Tapi banjir belum lagi mau mereda, selang seminggu kemudian, banjir besar kembali melanda, kali ini ikut menerjang kawasan sebelumnya yang sudah mulai kering dan akhirnya terpaksa banjir kembali.
Tak pelak lagi, bantuan yang sebelumnya jadi ikut kekurangan. Pengungsi bertambah banyak. bahkan ada korban meninggal karena tersengat listrik, hanyut terbawa arus banjir yang deras ataupun sebab lainnya.

Prihatin...2 tahun berturut-turut Jakarta terkena banjir
Dalam bulan Januari 2014 saja, beberapa kali Jakarta sudah banjir....Astagfirullah..!!

Teringat kembali akhir desember 2013...Jakarta mengadakan pesta perayaan tahun baru...
Pesta Festival Rakyat yang konon menelan biaya milyaran rupiah ini dibuat untuk memberi hiburan tahun baru. Beberapa panggung rakyat dibuat, penyanyi2 dipanggil untuk memeriahkan dengan seribu satu alasan untuk memeriahkan malam pergantian tahun.

Yang saya bingung, kenapa malam pergantian tahun dirayakan sedemikian rupa. Berfoya-foya, tertawa terbahak2 seakan di tahun baru mereka akan melihat sinar matahari yang baru, harapan baru, keceriaan baru.
Tidak salah memang jika berharap seperti itu, tapi tidak harus dirayakan dengan pesta pora seperti itu. Sementara diwilayah lain, banyak warga Indonesia masih ditimpa musibah.

Dimana rasa toleransi bangsa ini...tidakkah peka terhadap musibah yang menimpa saudaranya sendiri ?
Tidakkah tergetar, melihat saudara se indonesia sedang tertimpa musibah sementara mereka malah asyik berpesta pora ? Astagfirullahal azhiim...wa atubu ilaihi...

Belum lagi sepanjang pesta rakyat itu berapa perbuatan maksiat sudah dilakukan ? Astagfirullah al azhiim wa atubu ilaihi...ngeri,takut dan sedih membayangkannya.
Makin saya tidak mengerti mengapa para pemimpin ini tak juga diberi kesadaran untuk segera memohon ampun pada Allah SWT atas kesalahan ini.
Banyak sudah warga yang melakukan muhasabah...tapi mungkin belum cukup untuk semua hal

Astagfirullahal azhiim....semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa kami....Aamiin Yaa Rabbal Alamiin

Minggu, 05 Januari 2014

Tertegun lihat Indonesia...kasihan negeriku...

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Puji syukur pada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan nikmat hingga hari ini.
Saya makin prihatin lihat indonesia. Negeri yang kata orang adalah zamrud khatulistiwa. Negeri yang begitu indah dengan kepulauan dan hasil kekayaan alamnya yang melimpah. Negeri yang subur, saking suburnya...menanam apapun in shaa Allah akan jadi pohon yang nantinya bisa dimakan, bisa digunakan untuk kebaikan umat manusia.

Waktu kecil saya begitu kagum dengan negeri ini. Negeri subur, kaya makmur, gemah ripah loh jinawi, bangga saya jadi salah satu warga negara Indonesia. Untuk mempelajarinya kekayaan ini tak cukup waktu yang sebentar. Begitu yakinnya, saya merasa di masa depan Indonesia bisa jadi negara adidaya, negara yang disegani kawan dan lawannya. Bahkan Indonesia saya impikan menjadi negara superpower yang tiada tandingannya di dunia...

Tapi apa yang terjadi....

Tahun 1998, Indonesia terpuruk, tiba-tiba semua berubah...Negeri ini tergadai, semuanya berantakan. Bukan hanya hasil alam, tapi juga mental bangsa, warga-nya...berubah dari bangsa yang ramah-tamah menjadi warga yang punya kepentingan. Mental-nya bukan lagi mental tempe, tetapi mental busuk...
Korupsi dimana-mana terjadi, di segenap kementrian, lembaga negara, penyelenggara pemerintahan dan yang lainnya. Hancur semua....ekonomi, kekayaan, dan habislah mental bangsa Indonesia....

Semua pemimpinnya begitu bodoh. Ingin memimpin, tapi merasa pintar sendiri, ingin memimpin tetap gila pujian, ingin memimpin tetapi bertekuk lutut terhadap kepentingan asing yang ingin membeli kekayaan alam Indonesia dengan harga murah....Astagfirullah !!

Kemana semuanya....warganya...pemimpinnya menghilang....menikmati hasil negosiasi dengan bangsa lain, asalkan sedikit keuntungan masuk ke kantong mereka. Rakyat tetap saja sengsara karena harga bahan pangan naik, melonjak karena semuanya harus impor....gula, garam, susu, beras....Masya Allah...

Negara kaya yang dulu bisa swasembada beras, kini harus impor untuk memenuhi kebutuhan warganya.... :-(

Sedih sekali melihatnya....kemana pemimpin yang dulu teriak-teriak ingin memimpin Indonesia, yang teriak-teriak mampu memimpin,sedang enak-enak duduk menikmati hasil negosiasinya dengan pihak lain. Sementara rakyat berteriak kelaparan.....

Ampuni negeri ini ya Allah....ampuni pemimpin kami yang bodoh. Yang hanya bisa bicara, yang hanya bisa menggumam, tapi tak mampu untuk berbuat untuk merubah Indonesia.

Karuniakan kami pemimpin yang adil, yang tidak goyah oleh godaan pihak lain yang ingin membeli kekayaan alam dengan segepok uang, yang tak bergeming saat harta dunia disodorkan dihadapannya demi proyek yang tidak jelas ujung pangkalnya. Karuniakan kami ya Allah pemimpin yang mampu meletakkan nilai kejujuran dalam diri dan generasi mendatang...Yang mampu bertanggung jawab, yang adil, yang punya visi misi masa depan, yang punya rasa kerjasama dan mampu memberikan contoh yang baik.

Sehingga negeri ini akan kembali berjaya di masa depan,menjadi negeri terindah dengan warganya yang muslim dan penuh kasih sayang.

Aamiin Yaa Rabbal Alamiin                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          


Jumat, 06 Desember 2013

Parkiran Wanita di Plasa Senayan (1)

Tentu yang tahu Plasa Senayan, tahu keadaan parkiran disana. Cukup nyaman, dengan segala service dan pelayanan dari pihak pengelola parkir. Banyak parking-man yang berjaga untuk memberikan pelayanan, memberi informasi, dimana slot parkir yang kosong dan berusaha untuk memberikan arah yang jelas dimana lokasi parkir itu berada.

Yang enaknya ada tempat parkir khusus pengemudi wanita. Ditandai dengan penanda dan tulisan yang cukup jelas dan terang jika malam hari. Jadi siapapun seharusnya bisa membaca bahwa area tersebut adalah area untuk parkir bagi pengemudi wanita. Artinya....hanya pengemudi wanita yang boleh memarkirkan kendaraannya disitu.

Logikanya seperti itu. Tapi....di Jakarta memang terlalu nyeleneh...orang-orang dan tabiatnya bahkan bukan lagi nyeleneh...tapi aneh bin ajaib.
Sudah 3 hari berturut-turut, saya parkir di area pengemudi wanita. Nggak salah dong...saya kan pengemudi wanita. Hehe...
Seperti yang sudah-sudah, area parkir untuk pengemudi wanita, ditutup jika masih pagi (sebelum jam 6.30). Jadi jika datang diatas jam 6.30 pasti harus membuka pintu mobil dan menyingkirkan pembatas segitiga dengan rantai plastik-nya.
Setelah saya parkir di bagian paling kiri, ada beberapa mobil yang mengikuti dan kesemua pengemudinya adalah wanita. Saya...makin yakin, plasa Senayan ini lebih istimewa dibanding mal atau plasa lainnya.
Kurang lebih selang 3 mobil yang sudah parkir ada sebuah mobil...Honda Freed, Silver no.pol : B 1094 UZB, datang jam 6.45. saya memperhatikan dari dalam mobil. 
Keluarlah seorang 'Laki-laki' sambil celingukan, memindahkan pembatas untuk membuka lot parkir yang sudah ditutup pembatas. Makin penasaran, saya terus perhatikan tingkah lakunya.
Sepertinya dia sadar jika ada yang memperhatikan, dia mempercepat gerakan mobilnya untuk parkir dan menyudahi tontonan gratis di pagi hari. 
Saya makin penasaran, sepertinya memang mahluk bertitel laki-laki...Hmm...otak saya berpikir, bukankah ini tempat parkir wanita. Kenapa dia yang jelas-jelas 'Laki-laki' nekad parkir di tempat pengemudi wanita.
Bukankah laki-laki ini bisa membaca dan melihat jelas tanda parkir itu untuk pengemudi wanita. Sementara dia berjenis kelamin 'Laki-laki'
Oooo......saya kucek-kucek kembali...mata saya....dan kini saya coba untuk membuka jendela...
Haaaa....ternyata dia memang laki-laki

Ndak habis pikir saya, area parkir yang bertingkat masih kosong...dan dia bebas memilih tempat dimana dia suka. Tapi kok dia malah memilih tempat parkir untuk pengemudi wanita, yang sebenarnya secara peraturan bukan diperuntukkan untuk dirinya yang berjenis kelamin laki-laki. Haiyaaa....
Pengen banget negur...cuma...kok rasanya gak worthed ya...
Belum lagi melihat ras-nya. malesssiiinn.....

Jadi rada kesal karena ulah beberapa orang/oknum yang menurut saya bukan hal yang cukup terpelajar. Termasuk si driver berjenis kelamin laki-laki ini...yang nekad parkir di area pengemudi wanita.

Beberapa hari ini terjadi....
Ingin sekali nempelin di kaca mobilnya...dengan tulisan : "Kamu Pria atau Wanita sii...kok parkir di tempat wanita ?"

Kira-kira apa ya respon si 'banci' ini kalau dapet message singkat..seperti diatas...

Kita tunggu saja episode selanjutnya.

Selasa, 22 Oktober 2013

Fenomena pengemis

Sungguh suatu ironi di jakarta. Pengemis bisa mendapat penghasilan lebih dari gaji seorang manager di kantor.
Meski demikian.tentunya tidak serta merta pekerjaan pengemis ini membuat pengemis bertambah karena besarnya.òl penghasilannya. Yakiin dee..
Tak hanya pengemis,pengamen demikian pula. Penghasilan pengemis dapat ditentukan dari banyaknya orang yang memberi. Bayangkan jika satu menit mereka bisa dapat 2 ribu. 10 menit, dapat 20 ribu,1 jam 120 ribu.
Jika sehari mereka kerja 8 jam maka sehari mereka bisa dapat  960 ribu.
Sebulan penghasilan mereka mencapai 24 juta...!!!
Amazing....kalah dee gaji manager..
Akhirnya pemda dengan berbagai cara melali dinas sosial, mengajak masyarakat untuk tidak memberi pada pengemis agar para pengemis ini dapat dibina dan dicarikan pekerjaan yang baik dan layak.
Di daerah mampang setiap sore selalu saya dapati pengemis, tukang asongan dan tukang bapao yang berjualan.
Sebelum saya tahu tentang fenomena ini,saya terkadang masih suka memberi dan membeli dagangan mereka.
Tapi sejak adanya fakta tentang penghasilan mereka sebulan, saya jadi berpikir ulang untuk memberi mereka,terutama pada pengemis.
Kayaknya kok merasa dibohongi aja selama ini. Belum lagi adanya fakta bahwa kebanyakan pengemis merekayasa 'penderitaan' mereka sendiri agar orang lain iba dan memberi pada mereka..
Setelah adanya fakta ini,masihkah anda memberi di jalan,atas dasar kemanusiaan ? Hanya anda yang bisa menjawabnnya...,

Rabu, 25 September 2013

Saat dirimu dikuasai amarah

Saat kita dikuasai amarah, yang ada pada diri kita hanyalah emosi. Pikiran buntu dan tak ada yang bisa masuk dalam rencana ataupun tujuan yang ingin kita capai. Inginnya emosi, dan menumpahkan pada orang sekitar kita..Entah kenapa terkadang orang sekitar kita inilah yang justru menjadi hal yang membuat kita marah.

Sedikit saja dirimu ada dalam kondisi marah, segera beristigfar agar setan segera menjauh dari diri kita.
Satu hari ini, mungkin saja diri anda dikuasai dalam kondisi yang membuat emosi selalu naik.
Mulai dari pagi terlambat bangun, masuk kantor kesiangan, kena macet, harus menyiapkan presentasi, bahkan harus mempresentasikan apa yang telah kita buat pada waktu yang lebih singkat dan seterusnya.

Di jalanan mungkin saja anda bertemu dengan sepeda motor yang sering memotong jalan anda. Pulangpun demikian,anda harus bersaing agar cepat sampai rumah.
Sampai dirumah, anda tak lagi bisa bersantai, karena segudang pekerjaan rumah sudah menunggu. Harus dikerjakan meski badan capek,belum lagi kalau anak anda menuntut perhatian yang lebih dari kita sebagai orang tua. Ingin marah, karena istirahat terganggu, tetapi nggak bisa karena itu adalah anak kita sendiri. Buah hati kita.

Belum persoalan diatas selesai, timbul lagi masalah, orang tua yang begitu cerewetnya, menuntut AC dikamar dimatikan karena tagihan listrik yang meningkat. Rasanya lengkap sudah....semuanya membuat kepala ini bukan lagi mau pecah, tapi dah nggak tertahan lagi.
Pulang dari kantor, capek, badan panas kena macet, meriang karena AC on-off siang hari. Pulang ke rumah ingin sekali ngadem di kamar, malah disuruh matiin AC karena dituding jadi biang kerok melonjaknya tagihan listrik. Padahal tagihan listrik tidak semata-mata karena AC saja. Hal lain juga berpengaruh

Parahnya lagi, orang tua yang terlanjur berpikiran kalau AC membuat konsumsi listrik meningkat nggak bisa lagi dikasih pengertian.
Jadilah diri anda memendam kekesalan karena hawa panas di kamar, yang tidak bisa membuat adem kepala yang mau pecah, tapi mungkin malah mempercepat kepala ini jadi pecah beneran dengan hawa seperti di oven yang super panaaaaaasssss.

Masalahnya si ortu ini juga susah sikasih pengertian, yang ada di benaknya hanya bagaimana mendapatkan duit sebanyak-banyaknya dengan biaya hidup yang serendah-rendahnya.
Tidak salah untuk melakukan penghematan, tapi musim kemarau yang memang sedang parah ini membuat hawa panas di kepala, jadi turun di hati dan mungkin saja ingin membuat anda meledak untuk segera menumpahkan amarah.

Astagfirullahal azhiim....
Ampuni kami yaa rabb...telah begitu parah hati dan jiwa ini dikuasai amarah dan emosi yang bisa membuat kepala pecah. Mohon yaa Rabb...janganlah kau beri jiwa dan hati yang panas, karena cuaca yang sudah semakin panas. Sejuk dan dinginkan jiwa dan hati kami agar kembali menjadi telaga yang indah dan berseri di hati keluarga kami, dapat memberi manfaat untuk orang lain dan segenap umat manusia.


Selasa, 24 September 2013

Kala seseorang membuatmu kesal

Ketika hatimu gundah...
Entah gundah karena urusan pekerjaan, karena ulah teman. Yang pasti gundah ini bisa membuat mood tidak berakhir dengan baik.
Hari ini saya belajar lagi tentang salah satu karakter orang.
Orang ini kalau boleh dibilang, seorang teman yang cukup baik. Cukup ramah, cukup famililar di lingkungan kantor. Saya pribadi mengira awalnya dia adalah seorang yang cukup bisa berbagi dan enak untuk diajak kompromi. Ternyata saya salah..

Di bulan April, ada lomba Inovasi teknologi dan setiap orang boleh ikut serta. Awalnya kita hanya berkewajiban mendaftar. 4 bulan kemudian membuat penulisan. Saya yang awalnya hanya sekedar ikutan,ingin bisa memberikan sedikit ide atau saran untuk lomba ini.

Bos sudah setuju. Dia bahkan ingin tidak hanya 1 inovasi, tetapi juga 2 atau 3 tulisan inovasi. Mulailah dibentuk tim/kelompok untuk penulisan inovasi teknologi ini.
Saya di kelompok I, kebagian menulis tentang workflow engine untuk mendukung gerakan go-green.
Pak bos meminta, teman saya untuk menulis tentang sametime (alat untuk berkomunikasi, dan berkolaborasi).
Kebetulan saat itu kami kedatangan software baru dan berkaitan tentang fitur-fitur sametime.
Saya yakin sekali, teman saya itu bisa dan mampu untuk menyelesaikan tulisan itu.
Sampai batas waktu yang telah ditentukan dia tak mau berusaha untuk melakukan penulisan.

Alhasil, hanya penulisan yang saya buat yang masuk.
Tapi saya tetap mencantumkan nama-nya sebagai anggota tim, karena ini juga merupakan hasil kerja tim, dan bukan hasil kerja saya sendiri.
Saya merencanakan untuk cuti, 2 hari : jumat dan senin. Hari Senin adalah hari dimana saya harus mengumpulkan presentasi untuk penulisan yang saya buat. Pada hari kamis, saya ada meeting sampai sore. Dan jumat saya sudah cuti. Tapi saya berjanji kepada bos untuk mengirimkan presentasi yang saya buat.
Dan jumat sore, saya sudah ada diluar daerah untuk sejenak cuti dari kehidupan yang tidak mengenakkan di kota ini. Jumat jam 11, saya sudah berhasil mengirimkan presentasi untuk tulisan yang saya buat. Saya meminta bos untuk review, sekedar memberikan input,saran atau masukan agar pas presentasi tidak ada hal yang terlewat oleh saya.

Senin adalah hari dimana saya harus menyerahkan presentasi yang saya buat untuk dibuat hardcopy dan mengirimkan softcopy-nya. Sore itu saya masih ada diluar kota. Urusan pengiriman file presentasi saya serahkan ke rekan satu tim saya. Tapi ternyata teman yang saya serahi itu tidak masuk. kata helpdesk yang bertugas..mungkin dia cuti.(Nah mulai dah, bibit stress muncul)...
Anggota tim yang satu lagi malah bertanya..gimana ceritanya kok bisa ikutan tim...jiaaah...nii orang emang paling-paling-paling tidak atensi sama kerjaan. Dia sering masuk siang, dan sikapnya seperti bos.
Padahal dia staff biasa. Kata dia...tanggal 25 sudah off, karena training sudah selesai, tapi ada meeting.
Dalam hati saya, dia pasti tengah berbohong untuk menghindari presentasi tim yang melibatkan dia sebagai anggota. Hari ini (selasa) dia bilang, trainingnya diundur jadi rabu dan kamis.
Jelas sekali dia berbohong. Karena proses training external juga tidak bisa dibilang cepat.
Dan dalam email dia pun belum ada kepastian kapan training itu dilakukan.

Kekesalan ini terjadi sebenernya bukan untuk diri pribadi.
Tapi lebih karena mental dan sikap anggota tim ini yang bukan main 'bossy'-nya
Anggota tim yang satu ini memang terlalu bossy, sok-nya bukan main.
Sombong,seolah hanya dia yang diperlukan di tim ini.

Jujur, sebenernya saya juga sudah agak malas, dengan sikapnya terakhir waktu presentasi didepan BOD.
Waktu itu dia ingin menyerahkan tugas presentasi ke saya. Padahal saya baru saja sembuh dari sakit. Dan pak bos sebenarnya sudah menyerahkan tugas ini ke dia untuk presentasi didepan BOD.

Sekarang makin terbukti mentalnya....sedemikian pembohong-nya dan tidak support sama tim.

Ya Allah, Engkau Maha Mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Hari ini kuserahkan urusan ini padaMu Yaa Rabb...Engkau Maha Adil terhadap sesuatu

Berikan kebahagiaan bagi kami dan kemudahan serta kelancaran pada saat kami menyajikan presentasi di lomba inovasi ini.
Jadikan agar kami bisa memberikan yang terbaik bagiMu Yaa Rabb....

Aamiin Yaa Rabbal Alamiin